Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan saat meninjau Posko Siaga di Polsek Nanggung, Kamis (22/1/2026).
Kapolda Jabar menyampaikan, hingga saat ini pihak kepolisian masih membuka Posko Siaga untuk menampung laporan masyarakat, khususnya warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya pasca-insiden tersebut.
“Kami khawatirkan masih ada warga yang belum kembali, karena masih ada keluarga yang melaporkan anggota keluarganya belum ditemukan. Ini yang masih kita dalami, apakah yang bersangkutan berada di lokasi atau di tempat lain,” ujar Rudi kepada wartawan.
Ia mengungkapkan, proses evakuasi menghadapi kendala serius karena kondisi di dalam lubang galian masih berbahaya. Berdasarkan laporan terbaru, kepulan asap masih terlihat menyelimuti area lubang, dengan kandungan karbon monoksida (CO) yang berada di atas ambang batas aman.
“Situasi di dalam lubang masih terdapat asap yang mengandung CO. Sebelumnya kadarnya mencapai 1.200 ppm, dan saat ini turun menjadi sekitar 200 ppm, namun itu masih belum masuk kategori aman,” jelasnya.
Meski demikian, Rudi menegaskan pihaknya tidak akan menghentikan proses evakuasi. Ia bersama tim terkait akan terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan langkah-langkah penyelamatan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan petugas.
“Kami akan naik ke lokasi untuk melihat langsung dan terus melakukan upaya-upaya evakuasi,” tegas Kapolda.
Diketahui, hingga saat ini sebanyak 11 warga dilaporkan meninggal dunia akibat insiden lubang galian tersebut. Seluruh korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sebagai bentuk empati, Polda Jawa Barat juga memberikan bantuan kepada keluarga korban guna meringankan beban dan kebutuhan sehari-hari.
“Hari ini kami berempati kepada keluarga korban dengan memberikan sedikit bantuan, semoga dapat membantu di tengah situasi duka ini,” pungkas Rudi.(Rio)***



0 Komentar