Apel ini menjadi penanda kesiapan Polda Jabar beserta seluruh jajaran dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Lodaya-2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Barat.
Dalam amanatnya, Irwasda Polda Jabar menegaskan bahwa apel gelar pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta pola tindak dan strategi operasional di lapangan.
Ia mengingatkan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Polri, khususnya fungsi lalu lintas bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan, memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Menurutnya, tantangan lalu lintas di Jawa Barat yang memiliki mobilitas tinggi, pertumbuhan kendaraan signifikan, serta beragam karakter pengguna jalan, menuntut personel untuk bertindak tidak hanya rutin, tetapi juga adaptif, responsif, dan berbasis analisa data.
Irwasda juga menekankan bahwa keberhasilan menciptakan Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif tidak cukup hanya melalui penindakan hukum. Upaya tersebut harus didukung langkah preemtif melalui edukasi dan sosialisasi, preventif lewat rekayasa dan pengaturan lalu lintas, serta penegakan hukum yang tegas namun tetap humanis.
Operasi ini juga menjadi fase awal strategis menjelang pengamanan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026, sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas dan menekan potensi pelanggaran serta kecelakaan.
Dalam Operasi Keselamatan Lodaya-2026, Polda Jabar mengerahkan 2.606 personel, terdiri dari 480 personel Satgas Polda Jabar dan 2.126 personel Satgasres jajaran. Kekuatan tersebut difokuskan pada titik rawan kecelakaan, pelanggaran, kemacetan, serta lokasi dengan intensitas aktivitas masyarakat yang tinggi.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa tema operasi tahun ini adalah “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya-2026”, yang dimaknai sebagai upaya membangun pondasi keselamatan berlalu lintas sejak dini.
Di akhir amanatnya, Irwasda menekankan agar seluruh personel selalu mengawali tugas dengan doa, mengutamakan keselamatan diri dan masyarakat, mengedepankan pendekatan persuasif, menghindari sikap arogan, serta menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan pelayanan humanis.
Para perwira juga diminta melaksanakan pengawasan dan pengendalian secara melekat dan berjenjang guna memastikan tugas berjalan sesuai SOP dan prinsip Presisi Polri. (Moel)***




0 Komentar