Ticker

MATA30NEWS: Berita Terkini Tanpa Iklan — Silakan Tulis Judul Berita Anda di Sini — Info Bandung Hari Ini

Ad Code 788-651-0323 AkBF759kdLu0s0ntGMHcGUkB9cPrq7NVRC3qjgtECRU

https://siaplur.dprd.bandung.go.id/

DPRD BANDUNG APRESIASI PROGRES INFRASTRUKTUR: PJU SOEKARNO-HATTA HINGGA BRT MULAI DIKERJAKAN

Anggota Komisi 3 DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga 

BANDUNG|Mata30news.com – Sejumlah pembangunan infrastruktur di Kota Bandung mulai menunjukkan progres. Pemerintah Kota Bandung saat ini merealisasikan berbagai program, mulai dari pembangunan penerangan jalan umum (PJU), penataan trotoar, perbaikan jalan, hingga pengembangan transportasi publik Bus Rapid Transit (BRT).

Anggota Komisi 3 DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bandung yang mulai merealisasikan berbagai program perbaikan infrastruktur tersebut.

Salah satu yang mendapat perhatian adalah rencana pembangunan PJU di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta yang akan mencakup sekitar 2.400 titik. Menurut Rendiana, program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Bandung berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat.

“Kita juga menyambut baik misalnya terkait dengan pembangunan PJU di Soekarno-Hatta yang rencananya akan dipasang 2.400 titik. Itu pun merupakan bagian dari upaya pemerintah kota berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar pelaksanaan dapat dilaksanakan di tahun ini,” ujar Rendiana, Minggu (30/8/2026).

Selain PJU, penataan dan pembangunan trotoar di sejumlah ruas jalan juga mulai terlihat. Rendiana menyebut terdapat sekitar delapan ruas trotoar yang akan mendapatkan penanganan cukup besar.

Ia berharap perbaikan tersebut dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat, khususnya para pejalan kaki, dalam menggunakan fasilitas publik.

“Sudah bisa kita lihat beberapa trotoar sudah mulai dilaksanakan pekerjaannya. Kalau tidak salah, ada sekitar delapan ruas trotoar yang cukup besar, agar kemudian masyarakat Kota Bandung dapat menggunakan fasilitasnya dengan nyaman,” katanya.

Perbaikan Jalan Mulai Didorong

Rendiana mengatakan, persoalan kondisi jalan juga menjadi perhatian pemerintah. Sejumlah pekerjaan telah memasuki tahap proses lelang dan ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun ini.

“Jalan-jalan pun juga kita lihat anggarannya cukup besar tahun ini, sudah mulai proses lelang beberapa dan akan dikerjakan tahun ini,” ucapnya.

Menurutnya, berbagai pekerjaan tersebut menjadi bentuk respons pemerintah terhadap keluhan masyarakat mengenai kondisi infrastruktur Kota Bandung pada tahun sebelumnya.

“Insya Allah apa yang dikeluhkan oleh masyarakat tahun kemarin, sekarang sudah mulai terlihat dan mulai terjawab dalam bentuk infrastruktur yang ada di Kota Bandung,” ujarnya.

BRT Jadi Bagian Penguatan Transportasi Publik

Selain infrastruktur jalan, Rendiana turut menyoroti pembangunan transportasi publik, khususnya Bus Rapid Transit (BRT) yang saat ini tengah berproses di Kota Bandung.

Ia menilai sinergi antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat diperlukan untuk memastikan pengembangan transportasi publik dapat memberikan layanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Termasuk juga terkait dengan transportasi publik yang sering disampaikan dan diaspirasikan oleh masyarakat Kota Bandung. Saat ini kita sedang dalam progres BRT di Kota Bandung,” katanya.

Rendiana mencontohkan penataan kawasan Cicaheum yang kini mulai terlihat lebih rapi. Kawasan tersebut tidak hanya memiliki trotoar yang lebih luas, tetapi nantinya juga akan dilengkapi dengan halte BRT.

“Di Cicaheum, yang kelihatannya dari beberapa tahun kemarin tidak mungkin diselesaikan, sekarang sudah kelihatan rapi. Trotoarnya pun juga kelihatan lega dan bisa jadi destinasi yang baru. Di situ pun juga akan dibangun, salah satunya halte BRT,” tuturnya.

Pembangunan Berpotensi Timbulkan Ketidaknyamanan

Rendiana mengakui proses pembangunan infrastruktur, termasuk proyek BRT, berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi masyarakat.

Sejumlah dampak yang mungkin muncul di antaranya kemacetan, kebisingan, hingga terganggunya aktivitas masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut merupakan konsekuensi yang harus dihadapi dalam proses pembangunan.

“Memang dalam proses pembangunannya pasti akan ada ketidaknyamanan, ada kemacetan, bising dan lain sebagainya. Cuma ya, itulah salah satu konsekuensi dalam pembangunan,” tandasnya.

Dengan berbagai proyek tersebut, DPRD Kota Bandung berharap pembangunan infrastruktur dapat terus dikawal agar pelaksanaannya tepat sasaran, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mampu meningkatkan kualitas fasilitas dan pelayanan publik di Kota Bandung.

Posting Komentar

0 Komentar