BANDUNG|mata30news.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat upaya menjaga ruang terbuka hijau sekaligus mempercantik lingkungan kota melalui produksi bibit tanaman hias secara mandiri.
Upaya tersebut dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembibitan Tanaman di bawah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung. UPT Pembibitan memiliki tugas memperbanyak bibit tanaman untuk memenuhi kebutuhan taman kota, median jalan, trotoar, hingga permohonan dari lembaga di tingkat kewilayahan.
Plh Kepala UPT Pembibitan Tanaman Kota Bandung, Dian Garnadi, mengatakan produksi bibit secara mandiri menjadi salah satu langkah untuk memastikan kebutuhan tanaman hias di berbagai ruang publik tetap tersedia.
“UPT Pembibitan ini tugasnya memperbanyak bibit-bibit tanaman hias. Nantinya ditanam di median jalan, trotoar, taman dan ada juga yang diberikan kepada pemohon di wilayah seperti kelurahan dan kecamatan,” kata Dian di UPT Pembibitan Tanaman Kota Bandung, Rabu (12/8/2026).
Menurut Dian, kebutuhan tanaman untuk taman-taman milik Pemkot Bandung menjadi prioritas. Sementara lembaga maupun masyarakat yang membutuhkan tanaman dapat mengajukan permohonan sesuai prosedur dan ketersediaan stok.
“Utamanya kita melayani bidang taman untuk memperbaiki taman-taman kita dulu. Kalau ada pemohon kita berikan sesuai dengan tanaman yang tersedia di sini,” ujarnya.
Tanaman yang disalurkan kepada pemohon tidak dipungut biaya. Namun, untuk saat ini layanan tersebut lebih diperuntukkan bagi lembaga kewilayahan seperti kelurahan, kecamatan, maupun lembaga lainnya.
Setiap permohonan wajib dilengkapi surat resmi. Selanjutnya, pengeluaran tanaman dicatat melalui berita acara serah terima sebagai bagian dari administrasi sekaligus pengawasan terhadap ketersediaan stok.
Perbanyak Bibit dari Tanaman Kota
Menariknya, proses pembibitan di UPT Pembibitan dilakukan dengan sistem perbanyakan tanaman secara mandiri. Ketika stok tanaman mulai berkurang, petugas tidak selalu membeli bibit baru, tetapi memanfaatkan tanaman yang sudah tumbuh di sejumlah taman kota untuk diperbanyak kembali.
Salah satu metode yang digunakan adalah stek. Tanaman yang telah tumbuh cukup tinggi di taman kota maupun kawasan jalan dipilih untuk diambil bagian tertentu yang kemudian dikembangkan menjadi bibit baru.
“Untuk produksi dan reproduksi kita menyetek. Bibitnya kita ambil dari taman-taman kota, seperti Taman Maluku, Taman Pramuka, pinggir jalan atau trotoar. Tanaman yang sudah tinggi kita stek lagi kemudian dibibitkan di sini,” jelas Dian.
Melalui pola tersebut, siklus produksi tanaman dapat terus berjalan. Bibit hasil stek kemudian dirawat hingga memiliki akar dan cukup kuat untuk ditanam maupun didistribusikan kepada pemohon.
Namun, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi ketersediaan tanaman. Saat terjadi kemarau panjang beberapa tahun lalu, petugas bahkan harus mencari sumber tanaman hingga luar daerah karena sebagian tanaman di Kota Bandung mengalami kekeringan.
“Waktu kemarau panjang dua atau tiga tahun lalu, kita sampai mencari ke Ciwidey dan Subang karena kekeringannya ekstrem,” ungkapnya.
Bibit Dirawat hingga Siap Didistribusikan
Proses pembibitan diawali dengan menyiapkan media tanam berupa tanah, kompos dan pupuk kandang. Bibit hasil stek kemudian ditanam dalam polibeg untuk menjalani proses perawatan.
Apabila ditemukan hama atau gangguan tanaman, petugas terlebih dahulu melakukan penanganan agar pertumbuhan bibit tetap sehat. Setelah akar tumbuh dan kondisi tanaman dinilai cukup kuat, bibit dapat diberikan kepada pemohon.
“Dari nol kita bibitkan. Kita menyetek bibit yang tersedia, kemudian polibeg dan media tanam disiapkan. Setelah akar keluar dan tanaman sehat baru bisa didistribusikan,” kata Dian.
Secara ideal, bibit membutuhkan waktu sekitar tiga minggu sebelum dapat diberikan kepada pemohon. Namun, dalam praktiknya, tanaman terkadang sudah diambil setelah sekitar satu minggu apabila kondisinya dinilai telah siap.
Keberadaan UPT Pembibitan dengan pola produksi mandiri tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan internal Pemkot Bandung, tetapi juga membantu memperluas penghijauan hingga tingkat kewilayahan.
Tanaman Disesuaikan dengan Karakter Kota Bandung
Selain tanaman hias yang umum digunakan untuk memperindah taman, UPT Pembibitan juga menyediakan berbagai jenis tanaman yang disesuaikan dengan karakter lanskap Kota Bandung.
Tanaman tersebut antara lain digunakan untuk mempercantik ruas jalan dan kawasan publik. Salah satu tanaman yang menjadi identitas Kota Bandung adalah patrakomala.
“Jenis tanamannya biasanya disesuaikan dengan nama jalan atau konsepnya. Ada Soka, kemudian tanaman khas Kota Bandung seperti Patrakomala,” ungkap Dian.
Bagi lembaga kewilayahan yang membutuhkan tanaman, proses permohonan dapat dilakukan secara daring maupun fisik dengan memenuhi persyaratan administrasi. Tanaman kemudian diberikan berdasarkan ketersediaan stok.
Dian menegaskan, layanan pemberian bibit tersebut merupakan bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan tidak dikenakan biaya.
“Gratis, karena ini pemerintah. Pegawainya juga dibayar pemerintah,” tuturnya.
Melalui produksi bibit secara mandiri, Pemkot Bandung berupaya menjaga kesinambungan penghijauan kota, memperkuat perawatan ruang publik, sekaligus mendorong keterlibatan kewilayahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri dan nyaman bagi masyarakat.




0 Komentar