Ticker

MATA30NEWS: Berita Terkini Tanpa Iklan — Silakan Tulis Judul Berita Anda di Sini — Info Bandung Hari Ini

Ad Code 788-651-0323 AkBF759kdLu0s0ntGMHcGUkB9cPrq7NVRC3qjgtECRU

https://siaplur.dprd.bandung.go.id/

Porprov dan Peparda 2026, Kota Bandung Siap Tampil dan Jadi Juara

 

Kota Bandung terus mematangkan kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2026. Selain menjadi salah satu tuan rumah pendamping Porprov, Kota Bandung juga akan menjadi pusat pelaksanaan Peparda 2026.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, H. Hendy Maulana Yusup dalam Sonata Talkshow bertajuk “Kesiapan Tim Kota Bandung di Perhelatan Porprov 2026 dan Peparda 2026”, Kamis, 13 Agustus 2026.

Hendy menjelaskan, pada Porprov 2026, Kota Bandung berstatus sebagai tuan rumah pendamping bersama Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bogor. Sementara tiga daerah menjadi tuan rumah utama, yakni Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Bogor.

“Kota Bandung itu menjadi tuan rumah pendamping. Ada beberapa cabang olahraga yang akan dilaksanakan di Kota Bandung, di antaranya bisbol, sofbol, soft tenns, tenis lapang, dan woodball,” ujar Hendy.

Sejumlah pertandingan akan memanfaatkan fasilitas olahraga yang ada di Kota Bandung, seperti Lapangan Sofbol Lodaya dan Arcamanik, lapangan tenis di Caringin, Taman Maluku, dan UPI, serta fasilitas UPI untuk cabang woodball. Selain itu, terdapat cabang olahraga eksibisi lari trail yang pelaksanaannya berada di kawasan Kiara Payung.

Meski lari trail dilaksanakan di luar Kota Bandung, Hendy menyampaikan adanya arahan agar para kontingen tetap menginap di Kota Bandung. Menurutnya, akses dari sejumlah hotel di Kota Bandung menuju lokasi lari trail masih relatif terjangkau, yakni sekitar 15–20 menit.

Sementara itu, untuk Peparda 2026, Kota Bandung akan menjadi tuan rumah penuh bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 17 cabang olahraga akan dipertandingkan dan pelaksanaannya berlangsung setelah Porprov 2026.

“Kota Bandung di bulan November nanti diawali oleh Porprov, pembukaannya tanggal 6 di Bekasi dan berakhir tanggal 19. Selang dua hari kemudian akan lebih meriah lagi karena Peparda 2026 dipusatkan di Kota Bandung,” katanya.

Menghadapi kedatangan para atlet dan kontingen dari berbagai daerah, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen memberikan penyambutan dan pelayanan terbaik. Hendy menegaskan, kesiapan tersebut merupakan bagian dari semangat Kota Bandung dalam menjadi tuan rumah yang baik.

“Atas semangat Pak Wali Kota, bahwa Kota Bandung harus memberikan dan menyambut tamu-tamu yang akan hadir, tamu-tamu kontingen dari kota, kabupaten se-Jawa Barat dengan yang terbaik yang diberikan. Insyaallah, siap,” ujarnya.

Tak hanya dari sisi penyelenggaraan, kesiapan juga terus dilakukan dari sisi atlet. Hendy menyebut proses penjaringan atlet telah berlangsung sejak jauh hari melalui tahapan babak kualifikasi. Hasilnya, atlet Kota Bandung berhasil meloloskan diri untuk mengikuti hampir seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan, baik pada Porprov maupun Peparda.

“Untuk atlet-atlet baik itu Peparda ataupun Porprov memang sudah dilakukan penjaringannya lama. Alhamdulillah kita dari Kota Bandung hampir untuk Porprov dan Peparda meloloskan seluruh atletnya untuk mengikuti semua cabang yang akan dipertandingkan,” jelasnya.

Menjelang pelaksanaan, para atlet Kota Bandung juga terus menjalani latihan dan pertandingan uji coba. Dua bulan terakhir sebelum kompetisi menjadi momentum penting untuk semakin mematangkan kesiapan para atlet sesuai cabang olahraga masing-masing.

Dukungan pun diharapkan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat serta unsur legislatif. Hendy menyampaikan, perhatian dan dukungan terhadap olahraga telah ditunjukkan oleh Wali Kota Bandung bersama jajaran eksekutif dan legislatif.

“Pak Wali Kota kebetulan sangat konsen, khususnya di olahraga. Beliau juga sangat konsen sekali kepada kegiatan-kegiatan keolahragaan. Ini merupakan satu bentuk motivasi juga penyemangat bagi para atlet dengan semangat yang sudah ditunjukkan, support yang sudah ditunjukkan oleh Pak Wali Kota dan baik itu dari eksekutif, legislatifnya yang telah dan akan men-supportnya,” ungkap Hendy.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi para atlet untuk memberikan prestasi terbaik bagi Kota Bandung. Karena itu, masyarakat juga diharapkan turut memberikan dukungan, terutama ketika pertandingan berlangsung di Kota Bandung.

“Ini merupakan hal yang perlu mendapatkan support bukan hanya dari pemerintah kota, juga tentunya harus mendapatkan support dari masyarakat dengan memberikan dukungan yang penuh, terutama untuk pertandingan-pertandingan yang dilaksanakan di Kota Bandung,” tuturnya.

Dengan dukungan tersebut, Kota Bandung menargetkan dapat merebut posisi juara umum pada Porprov dan Peparda 2026. Hendy menegaskan, target tersebut tidak hanya dibebankan kepada cabang olahraga tertentu. Seluruh atlet yang mewakili Kota Bandung diharapkan memberikan performa maksimal.

“Karena targetnya adalah juara umum, tidak ada cabor yang menjadi anak emas. Pak Wali mengharapkan semua cabor memberikan hasil yang maksimal,” tuturnya.

Menurutnya, seluruh cabang olahraga yang diikuti Kota Bandung memiliki peluang dan peran yang sama dalam mendukung pencapaian target tersebut.

“Semua cabor yang terjun, atletnya dikirimkan untuk mengikuti cabang Porprov dan Peparda itu semuanya adalah cabor unggulan untuk Kota Bandung sehingga bisa merebut juara umum,” katanya.

Di sisi lain, pembinaan atlet di Kota Bandung juga terus dilakukan secara berkelanjutan. Hendy menekankan bahwa kekuatan tim Kota Bandung bertumpu pada proses pembinaan atlet daerah dengan mengutamakan atlet asli Kota Bandung.

“Kota Bandung mengutamakan pembinaan atlet asli daerah dan tidak mengandalkan perekrutan atlet dari kota, kabupaten, ataupun provinsi lain. Karena dengan atlet yang ada saja sekarang, yang berjenjang dari tingkat junior kemudian sampai ke senior masih banyak,” jelasnya.

Pembinaan dilakukan secara berjenjang, mulai dari atlet junior hingga senior. Menurut Hendy, Kota Bandung memiliki cukup banyak talenta olahraga yang terus berkembang dan bahkan dapat menjadi sumber atlet bagi daerah lain.

Untuk memastikan proses pembinaan berjalan optimal, Dispora Kota Bandung juga membangun kemitraan dengan organisasi olahraga. Pembinaan atlet untuk Porprov dilakukan bersama KONI Kota Bandung. Sementara pembinaan atlet disabilitas untuk Peparda dilakukan melalui kemitraan dengan NPCI (National Paralympic Committee of Indonesia).

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya Kota Bandung untuk tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu mencatatkan prestasi melalui perjuangan atlet-atlet daerah. Dengan persiapan yang terus dimatangkan serta dukungan dari pemerintah, legislatif, organisasi olahraga, dan masyarakat, Kota Bandung optimistis dapat tampil maksimal pada Porprov dan Peparda 2026.

Kota Bandung siap menjadi tuan rumah, siap bertanding, dan bersama-sama mendukung atlet untuk meraih prestasi terbaik. (tiw)**




Posting Komentar

0 Komentar