BACA BERITA TANPA IKLAN ,MATA30NEWS.COM REDAKSI : JL.AHMAD YANI 252 KOTA BANDUNG, HOT LINE BY WHATSAPP 087724408069 🔥 Bandung Darurat Sampah, Pasar Tumpah Liar Picu Gunungan Sampah di Sejumlah Jalan Utama

Ticker

⁸/recent/ticker-posts

Ad Code 788-651-0323

Bandung Darurat Sampah, Pasar Tumpah Liar Picu Gunungan Sampah di Sejumlah Jalan Utama

Penulis :Mulyana Rachman 27/2/2026
Pemimpin Redaksi Mata30news.com 
Tumpukan sampah di jalan Rajawali Timur

Bandung, Jawa Barat |mata30news.com – Kondisi darurat sampah kembali menjadi sorotan di Bandung. Tumpukan sampah setiap pagi terlihat di sejumlah ruas jalan utama akibat aktivitas pasar tumpah liar yang menjamur di trotoar dan pinggiran jalan.

Fenomena ini terjadi hampir setiap hari di sepanjang Jalan Rajawali Timur, Jalan Ahmad Yani kawasan Kosambi, Cicadas, hingga Jalan Ibrahim Adjie. Banyaknya pedagang liar yang berjualan di trotoar dan bahu jalan memicu munculnya pasar tumpah yang tidak terkelola dengan baik.

Akibatnya, sampah bekas sayuran, plastik, hingga botol minuman menumpuk di pinggir jalan setelah aktivitas jual beli selesai. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta menghambat arus lalu lintas.

Situasi ini memperkuat anggapan bahwa Kota Bandung tengah menghadapi kondisi darurat sampah, terutama di kawasan yang menjadi titik aktivitas pasar liar. Tanpa pengelolaan yang terstruktur, produksi sampah dari aktivitas perdagangan informal ini terus bertambah setiap harinya.

Sejumlah pihak menilai bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan sistem pemilahan semata. Dibutuhkan teknologi pengolahan yang lebih cepat dan efektif agar volume sampah tidak terus menumpuk di lingkungan perkotaan.


Salah satu solusi yang dinilai dapat mempercepat penanganan sampah adalah penggunaan mesin insinerator untuk memusnahkan sampah secara terkendali. Selain itu, rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Bandung dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk mengurangi ribuan ton sampah setiap harinya.

Jika konsep PLTSa tersebut dapat direalisasikan, bukan hanya persoalan penumpukan sampah yang dapat diatasi, tetapi juga berpotensi menghasilkan energi listrik dari limbah kota.

Namun demikian, sejumlah kalangan juga menilai bahwa penertiban pedagang liar dan pengaturan pasar tradisional tetap menjadi langkah penting. Tanpa pengawasan yang tegas dari pemerintah, pasar tumpah liar dikhawatirkan akan terus menjadi sumber utama produksi sampah di berbagai ruas jalan di Kota Bandung.

Posting Komentar

0 Komentar