Ticker

MATA30NEWS: Berita Terkini Tanpa Iklan — Silakan Tulis Judul Berita Anda di Sini — Info Bandung Hari Ini

Ad Code 788-651-0323 AkBF759kdLu0s0ntGMHcGUkB9cPrq7NVRC3qjgtECRU

https://siaplur.dprd.bandung.go.id/

Kapolri Mutasi 424 Pati dan Pamen Polri, 344 Personel Dapat Promosi

Kapolri Mutasi 424 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Polri Berganti


JAKARTA |mata30news.com— Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi terhadap 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri. Mutasi tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026.

Ketiga Surat Telegram tersebut masing-masing bernomor ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026.

Dari 424 personel yang mengalami mutasi, sebanyak 344 personel mendapatkan promosi maupun penempatan pada jabatan baru. Selain itu, terdapat personel yang mendapatkan penugasan pendidikan, menyelesaikan pendidikan, hingga memasuki masa pensiun.

Rotasi ini tidak hanya menyasar jabatan di tingkat kewilayahan, tetapi juga sejumlah posisi strategis di lingkungan Mabes Polri dan jajaran Polda.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel.

“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” ujar Isir dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Roycke Harry Langie Dipercaya Jadi Astamaops Kapolri

Salah satu pergantian penting terjadi pada jabatan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops).

Irjen Roycke Harry Langie yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara dipercaya menduduki posisi tersebut.

Roycke menggantikan Komjen Muhammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka pensiun.

Sementara jabatan Kapolda Sulawesi Utara selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Yudo Hermanto, yang sebelumnya menjabat Karopaminal Divpropam Polri.

Kapolda Papua Barat Daya dan Sejumlah Wakapolda Berganti

Rotasi juga terjadi di jajaran kepolisian daerah. Brigjen Hengki Haryadi, yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau, diangkat sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Sedangkan Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru, yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat Daya, mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Jabatan Wakapolda Riau selanjutnya diemban Brigjen Simson Zet Ringu, yang sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo.

Posisi Wakapolda Gorontalo kemudian dipercayakan kepada Kombes Dedy Suhartono, yang sebelumnya bertugas di Korlantas Polri.

Sementara itu, Brigjen D.I. Susetio Cahyadi dipercaya menjadi Wakapolda Maluku Utara menggantikan Brigjen Stephen Maleachi Napiun.

Stephen Maleachi Napiun selanjutnya mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Jabatan Strategis Mabes Polri Ikut Bergeser

Di tingkat Mabes Polri, Irjen Jawari mendapat amanah sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM).

Jawari menggantikan Irjen Anwar yang dimutasikan sebagai Pati SSDM Polri dalam rangka pensiun.

Pergantian juga terjadi pada posisi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri. Jabatan tersebut dipercayakan kepada Irjen Ruslan Ependi.

Ruslan menggantikan Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak yang dimutasikan sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka pensiun.

Sementara itu, Kombes Ian Rizkian Milyardin ditugaskan sebagai Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri menggantikan Kombes Yudi Arkara Oktobera.

Yudi selanjutnya mendapat penugasan sebagai Karobinopsnal Baharkam Polri.

Mutasi Jadi Bagian Pembinaan Karier

Selain pergantian jabatan strategis, mutasi kali ini juga mencakup penugasan personel dalam bidang pendidikan dan pengembangan kompetensi.

Sejumlah Pati dan Pamen mendapat tugas untuk mengikuti maupun menyelesaikan pendidikan, serta mengemban jabatan sebagai Widyaiswara dan dosen di lingkungan Lemdiklat Polri.

Polri menegaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari pembinaan organisasi dan karier. Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, pengalaman, serta tantangan tugas yang dihadapi.

Dengan adanya penyegaran tersebut, Polri diharapkan mampu memperkuat efektivitas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.***

Mata30News — Lihat, Dengar, Tulis, Beritakan.

Posting Komentar

0 Komentar