Ticker

MATA30NEWS: Berita Terkini Tanpa Iklan — Silakan Tulis Judul Berita Anda di Sini — Info Bandung Hari Ini

Ad Code 788-651-0323 AkBF759kdLu0s0ntGMHcGUkB9cPrq7NVRC3qjgtECRU

https://siaplur.dprd.bandung.go.id/

Pemkot Bandung Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir Lewat Rumah Pompa hingga Ribuan Sumur Imbuhan


BANDUNG| Mata30news.com— Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) terus menggenjot pembangunan infrastruktur pengendali banjir secara terpadu. Langkah ini dilakukan sepanjang tahun untuk mengantisipasi limpasan air hujan sekaligus mengatasi tantangan geografis Kota Bandung yang menyerupai cekungan atau mangkuk.

Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, menjelaskan bahwa persiapan menghadapi musim hujan tidak hanya dilakukan ketika curah hujan mulai tinggi, melainkan digarap secara berkelanjutan sejak awal tahun.

"Selama musim kemarau, dari awal tahun, pekerjaan kita memang diarahkan untuk menormalisasi drainase, membangun kolam retensi, membuat sumur imbuhan dalam, sumur biopori, dan berbagai upaya lainnya," ujar Rizki di Balai Kota Bandung, Senin (12/10).

Fokus Pembangunan Infrastruktur Pengendali Banjir

Sepanjang 2026, sejumlah proyek fisik utama telah dan sedang direalisasikan oleh Pemkot Bandung untuk memperlancar aliran air:

Pembangunan Rumah Pompa: Pemkot membangun dua rumah pompa baru di wilayah Cipamokolan dan Rancabolang Masing-masing lokasi dilengkapi dua mesin pompa berkapasitas 150 liter per detik, sehingga total kapasitas pemompaan mencapai 300 liter per detik per lokasi saat beroperasi bersamaan. Fasilitas ini krusial untuk mempercepat surutnya genangan saat air tidak bisa dialirkan secara gravitasi.

Drainase Baru: Jaringan drainase baru sepanjang 3,9 kilometer dibangun di beberapa titik strategis, termasuk di Jalan Ibrahim Adjie dan kawasan Antapani.

Kolam Retensi: Dua kolam retensi baru dihadirkan di kawasan Sanggar Hurip dan Ciporeat guna menampung sementara limpasan air hujan agar tidak langsung membebani saluran drainase perkotaan.

Peningkatan Daya Resap Tanah dan Penghijauan

Selain infrastruktur struktural seperti saluran dan pompa, Pemkot Bandung juga berfokus pada penguatan daya serap tanah guna menekan risiko sedimentasi dan limpasan berlebih:

Sumur Imbuhan Dalam: Hingga Oktober 2026, jumlah sumur imbuhan dalam yang telah dibangun telah mencapai sekitar 1.300 unit yang tersebar di berbagai titik di Kota Bandung.

Sumur Biopori: Pembuatan sumur biopori terus dimasifkan untuk mendongkrak penyerapan air ke dalam tanah.

Penghijauan Lahan Kritis: DSDABM menggalakkan penanaman pohon berakar kuat di lahan kritis untuk mencegah erosi dan sedimentasi. Setelah sukses di Cihanja, kegiatan serupa direncanakan berlanjut ke kawasan Pasirwangi dan Ujungberung.

Tantangan Geografis dan Imbauan Warga

Rizki tak memungkiri bahwa kepadatan penduduk di kawasan permukiman serta kontur wilayah Bandung yang dikelilingi dataran tinggi menjadi tantangan tersendiri dalam manajemen aliran air. Oleh karena itu, pendekatan komprehensif dari hulu ke hilir mulai dari perbaikan saluran, penyediaan penampungan, hingga restorasi vegetasi mutlak diperlukan.

Kendati demikian, seluruh ikhtiar pemerintah tidak akan optimal tanpa dukungan penuh dari masyarakat. Pihaknya masih sering mendapati tumpukan sampah rumah tangga yang menyumbat drainase dan sungai saat kegiatan normalisasi berlangsung.

"Kita sama-sama menjaga Kota Bandung. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun drainase, memilah sampah dengan baik, serta menyiapkan tempat sampah tersendiri," pungkasnya.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai efektivitas sumur imbuhan dan rumah pompa ini dalam mengurangi potensi banjir di lingkungan tempat tinggal Anda? Silahkan pendapat pembaca di kolom komentar atau email : redaksimata30@gmail.com.


Posting Komentar

0 Komentar