Ticker

8/recent/ticker-posts

Ad Code

Satu Tahun Farhan: IPM Bandung Naik, Masalah Sampah Disorot

Satu Tahun Farhan: IPM Bandung Naik, Masalah Sampah Disorot

BANDUNG|mata30news.com – Satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan di Kota Bandung menjadi sorotan pengamat kebijakan publik. Meski menunjukkan progres positif pada indikator pembangunan manusia, sejumlah masalah fundamental seperti infrastruktur dan pengelolaan sampah dinilai masih menjadi "rapor merah" yang perlu segera dibenahi.

Pengamat Kebijakan Publik dan Politik, R. Wempy Syamkarya, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bandung tahun 2024 mencapai angka 83,75. Angka ini meningkat 0,46 poin atau sekitar 0,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Capaian IPM ini mencakup dimensi umur panjang, pengetahuan, dan standar hidup layak. Ini adalah modal positif, namun pemerintah tidak boleh berpuas diri," ujar Wempy dalam keterangannya.

Tantangan Ekonomi dan Infrastruktur

Dari sisi ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bandung tahun 2024 mencapai Rp371,85 triliun (ADHB). Namun, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) tahun 2023 tercatat sebesar 5,07 persen, sedikit melambat jika dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 5,41 persen.

Wempy memberikan catatan kritis terhadap beberapa sektor yang dinilai stagnan, di antaranya:

Masalah Fundamental: Infrastruktur jalan yang rusak dan pengelolaan sampah yang belum optimal.

Disharmoni Koordinasi: Kurangnya sinkronisasi visi antara Pemerintah Kota Bandung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Transparansi: Perlunya peningkatan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik.

"Evaluasi satu tahun memang masih dini, namun ini adalah alarm bagi Pemkot untuk lebih transparan dan akseleratif," tambahnya.

Fokus Tahun 2025

Menghadapi tahun 2025, Wali Kota Farhan diketahui telah menetapkan tiga fokus utama, yakni penanganan sampah secara berkelanjutan, perbaikan infrastruktur jalan, dan mitigasi banjir. Terkait sampah, pada awal 2025 hampir 100 persen sampah telah berhasil diangkut ke TPA Sarimukti, meski solusi jangka panjang tetap mendesak.

Wempy menyarankan agar Farhan melakukan reformasi infrastruktur perkotaan dan penguatan ekonomi lokal melalui UMKM. Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang terbuka terhadap kritik.

"Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah. Satu tahun ini adalah awal. Harapannya, Pemerintah Kota Bandung dapat menajamkan visi-misi melalui blueprint pembangunan yang berbasis data demi mewujudkan Bandung yang lebih baik," pungkasnya. (MR)***

Posting Komentar

0 Komentar