BANDUNG |mata30news.com~– Proses seleksi terbuka atau open bidding untuk pengisian jabatan Direktur Utama (Dirut) Perumda PDAM Tirtawening Kota Bandung kini tengah menjadi sorotan tajam. Pengamat Kebijakan Publik dan Politik, R. Wempy Syamkarya, S.H., M.H., menilai proses yang seharusnya berjalan sejak awal Desember tersebut terkesan lambat, kurang transparan, dan memicu kecurigaan publik.
Wempy mengungkapkan bahwa hingga saat ini eksistensi Panitia Seleksi (Pansel) belum terlihat secara nyata di ruang publik. Ia mengingatkan agar Sekda Kota Bandung selaku Ketua Pansel bersikap tegas, lugas, dan akuntabel guna menghindari potensi praktik "titipan" atau kepentingan politik tertentu.
Soroti Potensi Kejanggalan
Menurut Wempy, ada beberapa faktor yang diduga menghambat proses seleksi ini, mulai dari kurangnya koordinasi antar-departemen, prosedur yang terlalu rumit, hingga adanya kemungkinan intervensi dari pihak-pihak tertentu, termasuk keterlibatan unsur politik yang kental.
"Jika Pansel tidak berfungsi secara terbuka, akan timbul keraguan di tengah masyarakat. Kabag Ekonomi juga memiliki peran vital dalam menentukan persyaratan yang harus benar-benar transparan dan dapat diawasi oleh LSM serta organisasi kemasyarakatan," ujar Wempy dalam keterangannya.
Solusi Melalui Metode Design Thinking
Sebagai langkah perbaikan, Wempy menawarkan gagasan penggunaan metode Design Thinking dalam proses seleksi. Metode ini berfokus pada kebutuhan pengguna (masyarakat) dengan pendekatan kreatif dan iteratif.
"Dengan Design Thinking, kita mulai dari empati terhadap kebutuhan warga akan air bersih, mendefinisikan masalah, hingga menguji prototipe kepemimpinan yang paling sesuai. Ini akan menghasilkan solusi yang inovatif dan meningkatkan kepuasan pengguna layanan PDAM," jelasnya.
Rekomendasi untuk Profesionalisme Seleksi
Guna meningkatkan kepercayaan publik, Wempy menyarankan beberapa langkah konkret bagi Pemerintah Kota Bandung:
Sistem Online: Menggunakan platform digital untuk proses pendaftaran hingga pengumuman hasil demi mengurangi intervensi manual.
Keterlibatan Ahli: Melibatkan pakar independen dari luar birokrasi dalam tim penguji.
Seleksi Berbasis Kompetensi: Fokus pada pengalaman manajerial dan visi kandidat yang dituangkan dalam proposal strategi yang jelas.
Publikasi Bertahap: Mengumumkan hasil setiap tahapan seleksi secara terbuka kepada media dan masyarakat.
"Proses seleksi Dirut PDAM adalah pertaruhan besar bagi pelayanan publik di Bandung. Jangan sampai sejarah buruk terulang. Kita butuh pemimpin yang terpilih karena kompetensi, bukan karena kedekatan politik," tegas Wempy.
Narahubung:
R. Wempy Syamkarya, S.H., M.H. (Pengamat Kebijakan Publik dan Politik)

0 Komentar