Ticker

8/recent/ticker-posts

Ad Code

Tangis Pecah di Posko SAR: Seluruh 10 Korban Pesawat ATR 42-500 Akhirnya Ditemukan di Gunung Bulusaraung

MAKASSAR |mata30news.com – Setelah tujuh hari pencarian tanpa henti yang penuh harap dan doa, seluruh 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 akhirnya berhasil ditemukan. Pesawat yang melayani rute Yogyakarta–Makassar itu sebelumnya dilaporkan hilang kontak, sebelum dipastikan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.


Kepastian ditemukannya korban terakhir disampaikan pada Jumat (23/1/2026) dan disambut suasana haru mendalam di Posko SAR. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Makassar, Andi Sultan, tak kuasa menahan tangis saat menerima laporan dari tim di lapangan.

Dalam video yang diunggah akun Instagram resmi Kantor SAR Makassar, tampak Andi Sultan bersama personel SAR dan prajurit TNI AD langsung bersujud dan berdoa setelah mendengar kabar korban ke-10 telah ditemukan.

“Dan pada pukul 09.16 WITA, Alhamdulillah, korban ditemukan,” ujar Andi Sultan dengan suara bergetar, sebelum tangisnya pecah.
“Ya, korban ke-10 sudah ditemukan. Dan saat ini sementara proses evakuasi. Terima kasih,” lanjutnya terbata-bata sambil menyeka air mata.

Sementara itu, Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, mengungkapkan bahwa operasi SAR pada hari terakhir menggunakan sandi khusus “sapu bersih”.

“Alhamdulillah hari ketujuh kita bisa menemukan seluruhnya, baik benda-benda penting pesawat maupun seluruh korban. Dan tepat dengan sandi hari ini kita gunakan ‘sapu bersih’, Allah meridai sandi tersebut,” kata Dody kepada wartawan.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup pada hari ketujuh. Penutupan operasi SAR tersebut dideklarasikan langsung oleh Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Berakhirnya operasi SAR ini sekaligus menutup babak panjang pencarian yang menyita perhatian publik nasional, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta seluruh pihak yang terlibat dalam misi kemanusiaan di medan ekstrem Gunung Bulusaraung. +(Andidar)***


Posting Komentar

0 Komentar