Bandung|mata30news.com– Upaya meningkatkan kualitas dan cakupan layanan air bersih di Kota Bandung menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, sebelumnya telah menyampaikan bahwa proses open bidding Direktur Utama PDAM Tirtawening masih dalam tahap seleksi mendalam.
Farhan berharap kepemimpinan baru di Perumda Tirtawening Kota Bandung mampu meningkatkan layanan air bersih kepada masyarakat. Saat ini, cakupan pelayanan air bersih di Bandung masih berada di kisaran 38 persen, dan pemerintah menargetkan peningkatan hingga 50 persen.
Namun sejumlah pengamat menilai target tersebut masih bisa didorong lebih tinggi. Dengan strategi yang tepat, cakupan layanan air bersih bahkan dinilai berpotensi mencapai 75 persen dari total kebutuhan masyarakat.
Menurut pengamat kebijakan publik R. Wempy Syamkarya S.H., M.H., peningkatan layanan air bersih membutuhkan strategi terpadu yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari pengelolaan sumber air hingga modernisasi infrastruktur.
Optimalisasi Sumber Air dan Teknologi
Salah satu langkah penting adalah mengoptimalkan sumber air yang sudah ada. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan efisiensi distribusi air, memperbaiki jaringan pipa yang bocor, serta meningkatkan kapasitas instalasi pengolahan air.
Selain itu, pemanfaatan teknologi pengolahan air yang lebih modern juga dinilai penting. Teknologi seperti sistem membran atau pengolahan air berbasis komunitas dapat membantu meningkatkan kualitas dan ketersediaan air bersih.
Langkah lain yang dapat dilakukan adalah membuka peluang kerja sama investasi dengan sektor swasta, terutama dalam pembangunan infrastruktur jaringan pipa dan fasilitas pengolahan air.
Digitalisasi Sistem Air Bersih
Untuk meningkatkan pengawasan dan efisiensi distribusi air, PDAM juga didorong menerapkan teknologi digital. Misalnya dengan penggunaan sistem monitoring pintar berbasis sensor dan Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan kualitas serta kuantitas air secara real-time.
Selain itu, aplikasi pelaporan masyarakat juga dapat dikembangkan agar warga dapat melaporkan gangguan air bersih, kebocoran pipa, atau penurunan kualitas air secara cepat.
Program insentif bagi masyarakat yang menggunakan air secara efisien serta melaporkan kebocoran juga dapat menjadi strategi untuk meningkatkan partisipasi publik dalam menjaga sistem distribusi air.
Masalah Infrastruktur Pipa Tua
Salah satu persoalan utama layanan air bersih di Bandung adalah jaringan pipa yang sudah berusia sangat tua, bahkan sebagian berasal dari era kolonial Belanda.
Pipa yang telah berumur puluhan tahun berpotensi mengalami korosi, kebocoran, hingga penurunan kapasitas distribusi air. Oleh karena itu diperlukan survei dan pemetaan jaringan pipa secara menyeluruh untuk menentukan bagian mana yang harus diperbaiki atau diganti.
Selain penggantian pipa, perawatan rutin seperti pembersihan sedimen, pengendalian tekanan air, serta deteksi kebocoran juga menjadi langkah penting untuk menjaga kinerja jaringan distribusi.
Pentingnya Kolaborasi Antar Dinas
Dalam meningkatkan layanan air bersih, kolaborasi lintas instansi dinilai menjadi faktor kunci. Kerja sama antara Perumda Tirtawening Kota Bandung dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung dianggap sangat strategis.
DLH dapat membantu menjaga kelestarian sumber air dan mengawasi potensi pencemaran lingkungan. Sementara Dinas PU berperan dalam pembangunan dan perbaikan infrastruktur jaringan air bersih.
Selain itu, kerja sama juga dapat melibatkan dinas lain seperti:
Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk pengawasan kualitas air minum
Bappeda Kota Bandung untuk perencanaan pembangunan infrastruktur air
Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk edukasi kesadaran air bersih
Dinas Sosial Kota Bandung untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses air bersih
Agar kerja sama tersebut berjalan efektif, diperlukan sejumlah persiapan seperti penyusunan MoU (Memorandum of Understanding), rencana kerja yang jelas, alokasi anggaran, pembentukan tim kerja lintas dinas, serta sistem monitoring untuk mengevaluasi pelaksanaan program.
Harapan Peningkatan Layanan Air Bersih
Dengan kolaborasi yang kuat antar instansi dan dukungan kepemimpinan profesional di PDAM, diharapkan layanan air bersih di Bandung dapat meningkat secara signifikan.
“Jika semua pihak bekerja bersama dengan strategi yang tepat, saya optimistis target 50 persen yang diharapkan Wali Kota bisa meningkat hingga 75 persen layanan air bersih bagi masyarakat,” ujar R. Wempy Syamkarya.
Ke depan, keberhasilan program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap PDAM, sekaligus memastikan kebutuhan dasar air bersih bagi warga Bandung dapat terpenuhi secara berkelanjutan.(MR)***


0 Komentar