Ticker

8/recent/ticker-posts

Ad Code

Social Labs Kenalkan Teknologi NRM untuk Pertumbuhan Kreator

Social Labs Kenalkan Teknologi NRM untuk Pertumbuhan Kreator

Bandung| mata30news.com - Platform teknologi kreator Social Labs mulai memperkenalkan sistem pertumbuhan digital berbasis kecerdasan data yang mereka sebut Neural Redirect Matrix (NRM™). Teknologi ini diklaim dirancang untuk membantu kreator memperluas jangkauan konten secara lebih terukur, presisi, dan berkelanjutan.

Dalam materi presentasinya, Social Labs menyebut NRM sebagai sistem yang mampu menganalisis perilaku audiens serta mengarahkan distribusi konten kepada pemirsa yang tepat di waktu yang tepat. Pendekatan ini disebut berbeda dari pola viral sesaat, karena menitikberatkan pada interaksi yang dapat diprediksi dan pertumbuhan jangka panjang.

Platform tersebut menyasar para kreator yang ingin mengembangkan performa konten secara strategis, bukan bergantung pada keberuntungan algoritma. Social Labs menyatakan sistemnya dibangun menggunakan kombinasi analisis algoritma, kecerdasan data, dan rekayasa performa, sehingga hasil pertumbuhan dapat direplikasi dan diukur.

Selain itu, perusahaan memposisikan diri sebagai “mesin pertumbuhan” bagi kreator maupun platform digital. Mereka mengklaim mampu menghilangkan unsur tebak-tebakan dalam distribusi konten dengan pendekatan berbasis data, sehingga eksposur dapat dioptimalkan secara sistematis.

Dalam penjelasannya, Social Labs juga menekankan bahwa teknologi mereka bersifat eksklusif dan dirancang untuk memahami sekaligus memengaruhi pergerakan konten di ekosistem digital. Fokus utamanya adalah menciptakan pertumbuhan yang stabil, bukan sekadar lonjakan tren jangka pendek.

Hingga kini, detail teknis mendalam mengenai cara kerja NRM belum dipaparkan secara terbuka. Namun, kemunculan Social Labs menambah daftar perusahaan teknologi yang mencoba menghadirkan solusi pertumbuhan kreator berbasis sistem analitik dan optimasi distribusi konten di era ekonomi digital.

Soplé Siap Rilis, Klaim Bayar Kreator 5x Lebih Mahal di RI!!

Sebuah platform video pendek bernama Soplé dikabarkan segera diluncurkan dan disebut-sebut sebagai aplikasi karya anak bangsa yang siap bersaing dengan TikTok. Aplikasi ini direncanakan hadir di Play Store dan App Store setelah memasuki masa pre-launch yang saat ini tengah gencar dipromosikan di media sosial.

Dalam materi promosi yang beredar, Soplé mengusung konsep monetisasi agresif bagi kreator. Platform ini mengklaim memberikan bayaran Rp15.000 per 1.000 tayangan, bahkan disebut bisa menghasilkan jutaan rupiah dari satu video yang masuk kategori For You Page (FYP). Selain itu, pengguna dijanjikan sistem penarikan dana harian dengan batas minimal Rp50 ribu.

Tak hanya dari tayangan video, Soplé juga menawarkan skema pendapatan berbasis komunitas dan afiliasi. Pengguna disebut dapat memperoleh komisi 10% hingga 30% dari penghasilan anggota yang direkrut, serta bonus berjenjang hingga beberapa generasi jaringan. 

Fitur lain yang dipromosikan meliputi booster viewers, tautan referal, dan peningkatan komisi untuk akun yang aktif membangun tim lebih awal.

Pihak promotor menyebut masa pre-launch sebagai momen penting bagi calon pengguna untuk membangun komunitas lebih dulu sebelum platform resmi beroperasi penuh. Narasi yang dibangun menekankan peluang “panen besar” bagi pengguna awal.

Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang terverifikasi secara luas mengenai model bisnis detail, sumber pendanaan pembayaran kreator, maupun regulasi yang menaungi sistem komisi berjenjang tersebut. Masyarakat diimbau untuk mencermati secara teliti setiap platform digital yang menjanjikan penghasilan besar, memahami syarat dan ketentuan, serta mempertimbangkan risiko sebelum bergabung.

Peluncuran Soplé menambah daftar panjang platform video pendek yang mencoba masuk ke pasar kreator digital Indonesia, yang saat ini memang sedang berkembang pesat seiring meningkatnya ekonomi kreator dan konsumsi konten daring. (Moel)***

Posting Komentar

0 Komentar