Seleksi Dirut PDAM Tirtawening Disorot, Dugaan Konflik Kepentingan Mencuat
Minggu,8 Maret 2026
| Salah satu anggota Panitia Seleksi Direktur Perumda Tirtawening Kota Bandung, Dr. Ryan Kurniawan, SE, MM. Foto/Istimewa |
| Bandung | Mata30News – Polemik seleksi Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtawening atau PDAM Kota Bandung periode 2026–2031 terus menuai sorotan publik. Selain dugaan pengkondisian terhadap salah satu calon kuat, muncul pula indikasi potensi konflik kepentingan dalam proses penjaringan Dewan Pengawas dan Direksi BUMD tersebut. |
Aktivis Jawa Barat, Agus Satria, menilai proses seleksi harus benar-benar terbuka dan bebas dari intervensi politik. Ia menyoroti dugaan adanya afiliasi politik antara salah satu anggota Panitia Seleksi dengan kandidat Direktur Utama yang disebut-sebut sebagai calon kuat.
Menurut Agus, jabatan strategis di BUMD yang mengelola kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih tidak boleh menjadi ruang kompromi kepentingan politik.
“Kalau memang prosesnya bersih dan profesional, publik berhak mengetahui hasil penilaian setiap tahapan seleksi secara transparan,” ujarnya.
Di tengah polemik tersebut, perhatian publik juga tertuju pada pencalonan Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kota Bandung, Tubagus Agus Mulyadi, yang mendaftarkan diri sebagai calon Dewan Pengawas Perumda Tirtawening.
Pencalonan tersebut dinilai mencolok karena disebut-sebut salah satu anggota keluarganya, yakni anaknya sendiri, diketahui bekerja sebagai karyawan di BUMD tersebut. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai potensi konflik kepentingan jika yang bersangkutan nantinya terpilih sebagai Dewan Pengawas.
Sejumlah kalangan menilai, posisi Dewan Pengawas memiliki kewenangan strategis dalam mengawasi kinerja direksi dan tata kelola perusahaan. Karena itu, integritas serta independensi kandidat menjadi faktor penting agar tidak menimbulkan persepsi publik adanya praktik nepotisme dalam pengelolaan BUMD.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Bandung maupun Panitia Seleksi belum memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai sorotan tersebut, baik mengenai dugaan afiliasi politik calon Direktur Utama maupun potensi konflik kepentingan dalam pencalonan Dewan Pengawas.
Pengamat tata kelola BUMD menilai, untuk menjaga kepercayaan publik, Pemkot Bandung perlu membuka secara transparan seluruh proses seleksi, termasuk status keanggotaan partai para calon, independensi panitia seleksi, hingga rekam jejak kandidat.
PDAM Tirtawening sebagai BUMD strategis memiliki peran vital dalam penyediaan air bersih bagi warga Kota Bandung. Karena itu, proses pemilihan pimpinan perusahaan daerah tersebut diharapkan benar-benar mengedepankan profesionalisme, integritas, dan akuntabilitas, agar tidak memicu polemik berkepanjangan di tengah masyarakat. (*)
#kpk #Bongkar-Dugaan -Setting -Seleksi Dirut -PDAM- Tirtawening- Bandung
#kejaksaan



0 Komentar