BACA BERITA TANPA IKLAN ,MATA30NEWS.COM REDAKSI : JL.AHMAD YANI 252 KOTA BANDUNG, HOT LINE BY WHATSAPP 087724408069 🔥 "Selamat Menunaikan Ibadah Puasa " Seleksi Dirut PDAM Tirtawening Dinilai Lambat, Pengamat: Pansel Harus Akselerasi dan Hindari Titipan Politik

Ticker

8/recent/ticker-posts

Ad Code 788-651-0323

Seleksi Dirut PDAM Tirtawening Dinilai Lambat, Pengamat: Pansel Harus Akselerasi dan Hindari Titipan Politik

Seleksi Dirut PDAM Tirtawening Dinilai Lambat, Pengamat: Pansel Harus Akselerasi dan Hindari Titipan Politik

BANDUNG, MATA30NEWS.COM – Proses seleksi pemilihan Direktur Utama (Dirut) definitif Perumda Tirtawening Kota Bandung kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, proses yang telah berjalan hampir tiga bulan tersebut dinilai sangat lambat dan belum membuahkan hasil maksimal.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai efektivitas Panitia Seleksi (Pansel) dan komitmen Pemerintah Kota Bandung.

Pengamat Kebijakan Publik dan Politik, R. Wempy Syamkarya, S.H., M.H., menyatakan bahwa keterlambatan ini merupakan sebuah paradoks. Ia mengkhawatirkan jika proses yang berlarut-larut ini bukan demi kualitas, melainkan karena adanya benturan kepentingan otoritas kebijakan.

"Walikota Bandung maupun Pansel sepatutnya memiliki target waktu yang jelas. Jika hasil seleksi nantinya hanya berdasarkan syarat kepentingan otoritas dan tidak sesuai harapan publik atau sama saja dengan kepemimpinan yang sudah-sudah ini justru akan menambah masalah baru bagi warga Kota Bandung," ujar Wempy saat memberikan analisisnya, Rabu (1/4).

Urgensi Tim Akselerasi dan Teknologi
Wempy memaparkan beberapa langkah konkret yang seharusnya diambil oleh Pemerintah Kota untuk memecah kebuntuan proses seleksi:

  1. Pembentukan Tim Akselerasi: Dibutuhkan tim khusus yang bertugas memastikan setiap tahapan berjalan sesuai jadwal agar koordinasi antar lini tidak tumpang tindih. 
  2. Pemanfaatan Teknologi: Penggunaan sistem online dalam pengumpulan dokumen hingga penilaian dinilai mampu memangkas birokrasi yang tidak perlu dan mengurangi risiko kesalahan administratif.
  3. Rapat Evaluasi Rutin: Pansel harus proaktif mengidentifikasi hambatan teknis maupun non-teknis secara berkala untuk mengambil tindakan korektif secepatnya.
"Pansel jangan menutup mata terhadap waktu yang terus berjalan. Tanpa kepemimpinan definitif, pelayanan PDAM di lapangan berisiko terganggu, dan masyarakatlah yang akan menanggung dampaknya," tambahnya.

Spekulasi dan Risiko Pelayanan Publik
Analisis menyebutkan ada beberapa faktor yang diduga menghambat proses ini, mulai dari kurang efektifnya kinerja Pansel hingga kemungkinan intervensi pihak eksternal yang tidak terkoordinasi dengan baik. 

Wempy mengingatkan bahwa kekosongan kursi Dirut dalam waktu lama berdampak langsung pada:

  •   Keterlambatan Pengambilan Keputusan Strategis: Tanpa Dirut definitif, kebijakan krusial untuk pelayanan air bersih menjadi stagnan.
  • Ketidakpastian Arah Organisasi: Fokus kerja karyawan PDAM berpotensi menurun karena tidak adanya kepemimpinan yang jelas.
  • Risiko Korupsi: Proses yang tidak transparan dan berlarut-larut membuka celah bagi penyalahgunaan wewenang.
Menaruh Harapan pada Kualitas dan Integritas Masyarakat Kota Bandung menaruh harapan besar agar Dirut baru yang terpilih nantinya memiliki visi dan misi yang kuat untuk memperbaiki kualitas pelayanan air bersih, bukan sekadar memenuhi keinginan otoritas tertentu.
"Selamat bekerja untuk tim seleksi. Berikan nilai trust (kepercayaan) pada masyarakat. Pastikan Dirut yang terpilih adalah sosok yang kompeten dan amanah, agar kinerja PDAM Tirtawening dapat kembali dipercaya ke depannya," pungkas Wempy.
Editor: Redaksi Mata30news
Narasumber: R. Wempy Syamkarya, S.H., M.H. (Pengamat Kebijakan Publik dan Politik)

Posting Komentar

0 Komentar