Kota Bandung Siap Naik Kelas atau Bereskan Rumah Dulu?
Bandung, 22 Juni 2026
Oleh: R. Wempy Syamkarya, D.H.M.H.
Pengamat Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan Daerah
Paradoks Bandung: Jualan ke Luar, PR di Dalam Belum Tuntas
Fakta 1: BAIF 2026, Panggung Internasional
Pada 24 Juni 2026, di Hotel Holiday Inn Pasteur, Pemerintah Kota Bandung akan menggelar Bandung Annual Investment Forum (BAIF) 2026, sebuah ajang untuk membuka gerbang investasi melalui lima tema unggulan, yaitu:
- Heritage dan Pariwisata;
- Wisata Timur Bandung;
- Sport Tourism;
- Medical Aesthetic;
- Transit Oriented Development (TOD) dan Bus Rapid Transit (BRT).
Targetnya jelas, yakni membangun dialog dan mengundang komitmen investasi dari para investor.
Fakta 2: PDAM Tirtawening, Rumah Belum Beres
Di sisi lain, kondisi internal salah satu BUMD strategis Kota Bandung masih menjadi pekerjaan rumah. Berdasarkan data BPKP Tahun 2024, PDAM Tirtawening mengalami kerugian operasional lebih dari Rp80 miliar dengan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) mencapai 38 persen.
Posisi pimpinan perusahaan juga masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt), sementara informasi mengenai proses seleksi Direktur Utama definitif masih minim di ruang publik.
Fakta 3: Bank Bandung/BPR, Brankas Masih Cari Kunci
BUMD sektor keuangan milik Kota Bandung saat ini juga tengah membuka pendaftaran calon Direktur Utama dan perangkat direksi lainnya. Artinya, roda penggerak pembiayaan dan kredit UMKM Kota Bandung masih menunggu hadirnya nakhoda baru.
Investor Tidak Hanya Melihat Spanduk
Investor yang cerdas tidak hanya melihat panggung BAIF atau materi promosi investasi. Investor juga akan melihat “dapur” Pemerintah Kota Bandung.
Bagaimana mungkin Kota Bandung menjual proyek hotel dan rumah sakit kepada investor, sementara PDAM sendiri belum memiliki kepemimpinan definitif?
Bagaimana mungkin berbicara mengenai penguatan ekosistem UMKM, sementara Bank Bandung/BPR masih dalam proses mencari pimpinan baru?
Tiga Pertanyaan Publik yang Wajib Dijawab Sebelum 24 Juni
1. Konsistensi Pelayanan Dasar vs Target Investasi
BAIF menjual proyek TOD, hotel, klinik, dan apartemen yang semuanya membutuhkan pasokan air bersih dan sanitasi yang andal.
Data menunjukkan NRW PDAM mencapai 38 persen, artinya hampir empat dari sepuluh liter air hilang sebelum sampai ke pelanggan.
Pertanyaannya, apakah investor yang akan membangun rumah sakit dan proyek-proyek besar mendapatkan kepastian pasokan air dari sistem yang saat ini masih dipimpin oleh Plt?
Ini bukan serangan, melainkan logika bisnis.
2. Transparansi Tata Kelola BUMD vs Citra Bandung Layak Investasi
BAIF menjual citra Bandung sebagai kota yang transparan dan memberikan kepastian berusaha. Namun, proses rekrutmen Direktur Utama PDAM Tirtawening nyaris tidak terdengar di ruang publik.
Sebaliknya, Bank Bandung/BPR telah membuka proses pendaftaran secara terbuka.
Pertanyaannya, apakah standar tata kelola yang diterapkan Pemkot Bandung sama untuk seluruh BUMD? Investor membutuhkan kepastian dan konsistensi sistem.
Ini adalah tuntutan fairness, bukan intervensi.
3. Waktu Berbenah Rumah atau Membuka Pintu?
BAIF pada 24 Juni merupakan momentum membuka pintu investasi ke dunia luar, sementara proses pembenahan BUMD adalah upaya merapikan kondisi di dalam rumah sendiri.
Pertanyaannya, mana yang menjadi prioritas? Membuka pintu terlebih dahulu atau memastikan rumah sudah siap menerima tamu?
Jawabannya seharusnya: keduanya berjalan beriringan.
Tiga Langkah Konkret Agar Bandung Benar-Benar Siap
1. Luncurkan Dashboard Investasi dan Kesehatan BUMD
Bersamaan dengan BAIF 2026, Pemkot Bandung dapat meluncurkan Bandung Investment Dashboard 1.0, yang tidak hanya memuat proyek investasi, tetapi juga kondisi kesehatan BUMD, status pimpinan PDAM, timeline seleksi Bank Bandung/BPR, serta target kinerjanya.
Investor membutuhkan data yang lengkap, sementara masyarakat berhak mengetahui apakah BUMD mereka sehat atau sedang bermasalah.
2. Terapkan Standar Emas Rekrutmen BUMD
Pemerintah Kota Bandung perlu mengumumkan secara terbuka kriteria, tahapan, timeline, dan panitia seleksi Direktur Utama PDAM Tirtawening.
Standar tersebut harus sama dengan yang diterapkan pada proses rekrutmen Bank Bandung/BPR.
Konsistensi akan melahirkan kepercayaan.
3. Pastikan Reformasi BUMD Berjalan Bersamaan dengan Promosi Investasi
Promosi investasi tanpa pembenahan tata kelola hanya akan menjadi pencitraan sesaat. Sebaliknya, pembenahan internal tanpa keberanian membuka peluang investasi juga akan membuat Bandung tertinggal.
Kesimpulan: Gerbang Bagus Jika Lantainya Tidak Bolong
BAIF 2026 adalah gerbang emas bagi Kota Bandung. Namun, gerbang yang megah akan terlihat kurang meyakinkan apabila lantai di dalamnya masih bolong-bolong.
Silakan mengundang investor triliunan rupiah. Itu adalah pekerjaan besar.
Tetapi jangan lupa membenahi PDAM dan Bank Bandung/BPR. Itu adalah pekerjaan dasar.
Masyarakat Bandung tidak meminta sesuatu yang muluk-muluk. Mereka hanya menginginkan:
BAIF sukses, PDAM lancar, Bank Bandung sehat, dan kredit UMKM terus mengalir.
Pada 24 Juni 2026 nanti, publik akan melihat apakah Bandung benar-benar siap naik kelas atau masih harus merapikan rumahnya terlebih dahulu.
Yang pasti, keduanya harus berjalan bersamaan. Karena investor tidak ingin masuk ke rumah yang atapnya masih bocor.
#BAIF2026 #BUMDTransparan #BandungSiapNaikKelas #ReformasiBUMD #KawalInvestasiBandung


0 Komentar