Ticker

MATA30NEWS: Berita Terkini Tanpa Iklan — Silakan Tulis Judul Berita Anda di Sini — Info Bandung Hari Ini

Ad Code 788-651-0323 AkBF759kdLu0s0ntGMHcGUkB9cPrq7NVRC3qjgtECRU

https://siaplur.dprd.bandung.go.id/

Wempy Syamkarya: Kepemimpinan Dada Rosada Dua Periode Jadi Teladan, Integritas dan Kerja Nyata Bangun Kepercayaan Publik


Bandung | Mata30News.com
– Dewan Penasihat Analisaber Nasional, R. Wempy Syamkarya, S.H., M.H., mengajak para pemimpin dan pejabat publik untuk meneladani gaya kepemimpinan mantan Wali Kota Bandung,yang dinilainya berhasil membangun kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata, integritas, dan keteladanan.

Dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (4/8/2026), Wempy menyebut kepemimpinan Dada Rosada selama dua periode, yakni 2003–2008 dan 2008–2013, menjadi salah satu contoh kepemimpinan yang meninggalkan jejak pembangunan serta memperoleh tingkat kepercayaan publik yang tinggi.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui narasi semata, melainkan melalui bukti nyata atau eviden yang dapat dirasakan hingga saat ini.

Ia menilai sejumlah program pembangunan infrastruktur dan ruang publik, seperti revitalisasi kawasan Alun-Alun, penataan pedagang kaki lima, serta berbagai fasilitas publik lainnya, menjadi warisan pembangunan yang masih dimanfaatkan masyarakat. Selain itu, Bandung juga mulai dikenal sebagai kota kreatif melalui penguatan sektor budaya dan pariwisata yang mendorong lahirnya ekosistem ekonomi kreatif.

Wempy juga menyoroti gaya kepemimpinan Dada Rosada yang dinilai dekat dengan masyarakat melalui komunikasi langsung dan pendekatan lapangan. Menurutnya, pola tersebut turut membangun legitimasi politik yang kuat selama dua periode kepemimpinannya.

Dalam siaran pers tersebut dijelaskan pula tujuh prioritas pembangunan yang disebut menjadi landasan kebijakan pada masa kepemimpinan Dada Rosada, meliputi pendidikan, kesehatan, kemakmuran, lingkungan hidup, seni dan budaya, olahraga, serta penguatan kehidupan beragama. Salah satu konsep yang diangkat adalah visi "Bandung Rumah Bersama" yang menekankan kerukunan masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

Wempy menyatakan bahwa kepemimpinan ideal harus berpijak pada prinsip-prinsip pemerintahan yang baik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, termasuk asas kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, dan kepentingan umum. Ia juga mengaitkan pentingnya komitmen terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 mengenai penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Selain itu, ia mengangkat filosofi kepemimpinan "Ing Ngarsa Sung Tuladha", yakni pemimpin harus menjadi teladan bagi aparatur maupun masyarakat.

Menurut Wempy, tantangan kepemimpinan saat ini bukan hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga meninggalkan warisan nilai bagi generasi mendatang.

"Yang dibutuhkan hari ini bukan sekadar pejabat, tetapi pemimpin yang menjadi guru, berani diukur kinerjanya, transparan, dan meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi generasi berikutnya," ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Wempy mengajak para pejabat publik menjadikan sosok Dada Rosada sebagai inspirasi dalam membangun pemerintahan yang berintegritas, berorientasi pada pelayanan masyarakat, dan mampu menciptakan manfaat yang luas.

Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin yang baik akan selalu dikenang bukan karena jabatannya, melainkan karena keteladanan, integritas, serta hasil kerja yang dirasakan masyarakat sepanjang waktu.()***

Penulis : Mulyana 
Narasumber : R.Wempy Syamkarya
Selasa, 4 Agustus 2026

Posting Komentar

0 Komentar