Jakarta, Mata30News.com – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Penunjukan tersebut dilakukan setelah Nanik S. Deyang mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan keputusan Presiden diambil untuk memastikan program strategis nasional yang dijalankan BGN tetap berjalan tanpa hambatan.
"Bapak Presiden memutuskan pengganti Kepala BGN adalah Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian," ujar Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurut Prasetyo, pelantikan Sudaryono dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di lembaga yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan program peningkatan gizi nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Pelantikan dilakukan hari ini juga agar tugas-tugas Badan Gizi Nasional tetap berjalan secara optimal dan tidak mengalami kevakuman," jelasnya.
Sementara itu, mantan Kepala BGN Nanik S. Deyang mengungkapkan bahwa keputusan mengundurkan diri diambil setelah mempertimbangkan kondisi kesehatannya. Melalui pernyataan yang disampaikan di akun media sosialnya, Nanik menjelaskan akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri guna memperoleh second opinion atas kondisi medis yang dialaminya.
Ia menegaskan bahwa keputusannya bukan karena meragukan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, melainkan sebagai bagian dari upaya mendapatkan pendapat medis tambahan berdasarkan rekomendasi yang diterimanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nanik juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memahami kondisinya. Bahkan, menurutnya, Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional dan memintanya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pengawas setelah proses pemulihan kesehatannya.
Dengan penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, pemerintah berharap kesinambungan program-program strategis di bidang gizi nasional tetap terjaga, sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
(Redaksi Mata30News.com)


0 Komentar