Ticker

MATA30NEWS: Berita Terkini Tanpa Iklan — Silakan Tulis Judul Berita Anda di Sini — Info Bandung Hari Ini

Ad Code 788-651-0323 AkBF759kdLu0s0ntGMHcGUkB9cPrq7NVRC3qjgtECRU

https://siaplur.dprd.bandung.go.id/

Christian Julianto Budiman Soroti Tantangan Layanan Kesehatan Bandung, Dorong Pelayanan Gratis Tetap Berkualitas

 

BANDUNG|mata30news.com — Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Christian Julianto Budiman, mendorong penguatan layanan kesehatan masyarakat agar semakin mudah diakses, cepat, ramah, bermutu, transparan, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Christian dalam kegiatan Lokakarya Mini Triwulan III Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Rabu (12/8/2026).

Christian menilai sektor kesehatan merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan manusia. Menurutnya, kesehatan bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga merupakan hak masyarakat yang wajib dipenuhi pemerintah melalui pelayanan yang berkualitas.

Ia mengungkapkan, Kota Bandung masih menghadapi sejumlah tantangan dalam sektor kesehatan. Di antaranya pertumbuhan penduduk, mobilitas masyarakat yang semakin kompleks, serta persoalan penyakit menular dan tidak menular yang masih perlu mendapat perhatian.

“Stunting juga masih menjadi catatan. Selain itu, kesehatan lansia dan kesehatan jiwa menjadi isu yang terus kita bahas. Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental sekarang semakin tinggi, sehingga layanan kesehatan tidak hanya memperhatikan aspek fisik, tetapi juga kesehatan jiwa,” ujar Christian.

Akses Layanan Kesehatan Perlu Diperkuat

Christian juga menyoroti persoalan akses terhadap fasilitas kesehatan, termasuk di wilayah perkotaan seperti Kecamatan Lengkong.

Menurutnya, keberadaan puskesmas harus diikuti dengan peningkatan kapasitas dan aksesibilitas pelayanan. Hal tersebut penting karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus berkembang.

Christian menegaskan, program pelayanan kesehatan gratis tidak boleh diartikan sebagai pelayanan dengan kualitas seadanya.

“Gratis itu bukan berarti pelayanan tanpa kualitas. Pelayanan gratis tetap harus mudah diakses, cepat, bermutu, ramah, transparan, dan berkelanjutan. Masyarakat tidak boleh terhambat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah memastikan tidak ada kekhawatiran masyarakat terkait biaya ketika hendak berobat. Menurutnya, stigma mengenai mahalnya biaya pengobatan dapat membuat masyarakat menunda pemeriksaan hingga penyakit menjadi lebih berat.

Perkuat Promotif dan Preventif

Christian menilai pembangunan kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif.

Penguatan aspek promotif dan preventif, kata dia, dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan yang dimulai dari keluarga dan lingkungan masyarakat.

Dalam hal ini, peran kader PKK dan Posyandu dinilai sangat strategis untuk memberikan pemahaman mengenai pola hidup bersih dan sehat, pemenuhan gizi keluarga, serta pola konsumsi makanan yang sehat bagi anak.

Christian juga mengajak masyarakat memberikan perhatian lebih terhadap asupan protein bagi anak. Ia mencontohkan telur sebagai salah satu sumber protein yang relatif mudah diperoleh dan dapat diolah menjadi berbagai menu yang disukai anak.

“Daripada uang Rp2.000 digunakan untuk jajan yang kandungan gizinya kurang, bisa dibelikan telur. Telur bisa diolah menjadi berbagai makanan yang disukai anak. Ini bagian dari edukasi gizi yang bisa dimulai dari keluarga,” tuturnya.

Skrining Kesehatan Jadi Kunci Deteksi Dini

Selain edukasi, Christian mendorong masyarakat lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Menurutnya, program skrining kesehatan merupakan langkah penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berat.

Sementara aspek kuratif dapat diperkuat melalui pelayanan di puskesmas, klinik, maupun rumah sakit. Sedangkan aspek rehabilitatif diperlukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh pendampingan setelah menjalani perawatan.

Hal tersebut termasuk pemenuhan kebutuhan kesehatan kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

Puskesmas Harus Jadi Garda Terdepan

Christian menegaskan bahwa puskesmas memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Puskesmas, menurutnya, tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat masyarakat mendapatkan pengobatan ketika sakit. Lebih dari itu, puskesmas harus menjadi pusat edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, serta deteksi dini berbagai persoalan kesehatan.

“Pelayanan kesehatan harus kita bangun secara menyeluruh. Jangan hanya bergerak ketika masyarakat sudah sakit. Edukasi, pencegahan dan deteksi dini harus diperkuat,” katanya.

Ia berharap penguatan layanan kesehatan di tingkat kewilayahan dapat terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, serta partisipasi aktif masyarakat.

Dengan demikian, pelayanan kesehatan di Kota Bandung tidak hanya semakin mudah dijangkau, tetapi juga mampu memberikan layanan yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Penulis: Mulyana

Posting Komentar

0 Komentar