Bencana Drainase Bandung: Keselamatan Pengguna Jalan Jadi Korban 'Proyek Asal Jadi' dan Aroma Upeti

 

Mobil Datsun terperosok ke dalam gorong-gorong di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung.

Bandung|MATA 3O  NEWS — Sejumlah proyek pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong di Kota Bandung belakangan ini berubah menjadi "jebakan maut" yang mengancam keselamatan pengguna jalan. Dalam beberapa hari terakhir, lokasi-lokasi galian proyek pemerintah menjadi saksi bisu insiden kecelakaan lalu lintas berulang, melibatkan pengendara roda dua hingga roda empat.

Kondisi kritis di lapangan menunjukkan dugaan kuat adanya kelalaian fatal dalam penerapan standar keselamatan kerja, memicu pertanyaan besar mengenai kualitas pengawasan dan dugaan praktik lancung dalam pelaksanaan proyek.

Galian Terbuka, Rambu Absen: Melanggar Regulasi Demi Keuntungan?

Penelusuran di lapangan menemukan pola yang mengkhawatirkan: lubang-lubang galian dibiarkan terbuka tanpa pemasangan rambu keselamatan dan penghalang (barikade) yang memadai, baik pada siang maupun malam hari.

Di ruas Jalan Gatot Subroto, lubang galian yang dekat dengan jalur kendaraan tersembunyi di balik genangan air saat hujan, membuat permukaan jalan tampak rata dan menjerumuskan pengendara yang melintas.

Jalan Cigondewah Kidul mengalami penyempitan parah akibat tumpukan material hasil galian yang dibiarkan tanpa papan peringatan atau penghalang yang jelas. Kondisi ini telah memicu kecelakaan berulang, termasuk tergelincirnya pengendara roda dua di permukaan licin.

Pemandangan paling ironis ditemukan di Jalan Terusan Jakarta, di mana pekerjaan drainase yang belum tuntas dibiarkan menganga tanpa penanda apa pun, memberikan kesan kuat sebagai "pekerjaan asal-asalan".

Ketiadaan pembatas fisik dan penanda darurat pada malam hari, seperti lampu merah atau kuning dan drum bercat putih, sebagaimana diamanatkan dalam Spesifikasi Umum Pekerjaan Konstruksi Jalan (PU) 2018, jelas-jelas mengabaikan keselamatan publik. Spesifikasi tersebut mewajibkan:

Semua galian terbuka harus diberi rambu peringatan dan penghalang (barikade) yang cukup... dan setiap galian terbuka pada lokasi jalur lalu lintas maupun lokasi bahu jalan harus diberi rambu tambahan pada malam hari berupa drum yang dicat putih (atau yang sejenis) beserta lampu merah atau kuning guna menjamin keselamatan para pengguna jalan...

Fakta di lapangan menunjukkan implementasi acuan teknis ini jauh panggang dari api. Sejumlah insiden bahkan memerlukan bantuan petugas pemadam kebakaran untuk mengevakuasi kendaraan yang terperosok ke dalam galian yang cukup dalam.

Dugaan Spekulasi 'Upeti' dan Pengawasan Loyo

Kekacauan di lapangan ini memunculkan spekulasi liar di kalangan publik dan pemerhati pembangunan mengenai adanya faktor non-teknis yang memengaruhi buruknya pelaksanaan proyek. Dugaan kuat mengarah pada praktik 'upeti' atau pelicin yang masif dari pelaksana (kontraktor) kepada pihak-pihak terkait, yang berujung pada pengabaian standar operasional dan lemahnya pengawasan.

Jika pengawasan proyek berjalan sesuai prosedur dan dilakukan secara ketat, mustahil kondisi galian terbuka tanpa pengamanan di kawasan lalu lintas tinggi dibiarkan berlangsung berhari-hari. Minimnya informasi lapangan mengenai keberadaan pekerjaan drainase juga menambah daftar panjang kelalaian.

"Saya baru tahu ada galian setelah motor saya hampir terperosok. Kalau ada rambu yang benar, apalagi malam hari, pasti kami bisa menghindar. Ini jelas-jelas bahaya yang dibiarkan," keluh seorang pengendara yang menjadi korban.

Tuntutan untuk Bertindak

Setelah serangkaian kecelakaan, beberapa titik pekerjaan dilaporkan mulai ditinjau oleh pihak terkait. Namun, langkah ini dinilai terlambat dan terkesan hanya sebagai respons reaktif terhadap insiden.

Pemerintah Kota Bandung dan kontraktor yang terlibat harus segera mengambil tindakan tegas, tidak hanya sebatas evaluasi, tetapi juga penindakan terhadap pihak-pihak yang melanggar standar keselamatan. Penerapan pengamanan sesuai Spesifikasi Umum PU 2018 adalah harga mati yang tidak bisa ditawar, demi menghentikan proyek drainase berubah menjadi ancaman fatal bagi warga Bandung.(Moel)***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama