Banjarmasin|mata30news.com - Dewan Pengawas Watch Relation of Corruption (WRC)" Habib Muchdar Hasan Assegaf bersama WRC DPD Kalsel, sambangi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Dirjenpas) Kalsel Bapak Mulyadi pada Kamis 5 Pebruari 2026.
"Audiensi yang berlangsung pada siang itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang penyampaian masukan dari WRC Kalimantan Selatan, termasuk terkait sejumlah temuan di lapas dan rutan.
Pada kesempatan ini Habib Muchdar Hasan Assegaf
menyampaikan keprihatinannya kepada Mulyadi yang disinyalir masih maraknya penggunaan Hp, peredaran narkoba dan patut diduga ada indikasi jual beli kamar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Kalimantan Selatan " Ujarnya.
Habib Muchdar mengatakan" Terkait hal tesebut bisa saja terjadi karena lemahnya sistem pengawasan, oleh karena itu perlu langkah serius dalam memperkuat pembinaan bagi warga binaan dan harus segera dibenahi, karena fungsi utama Lapas dan Rutan adalah sebagai tempat rehabilitasi sosial dan moral, bukan ruang peredaran kejahatan.
Habib Muchdar menabahkan terkait dugaan adanya peredaran narkoba di dalam Lapas bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga mencederai makna pemasyarakatan itu sendiri, kalau narkoba masih beredar di dalam Lapas, itu pertanda ada yang salah, dimana lapas seharusnya menjadi tempat bagi narapidana bertobat dan memperbaiki diri, bukan justru melanggengkan kejahatan,” tegasnya.
“Kami WRC akan terus mendukung langkah-langkah yang memperkuat pengawasan dan pembinaan, hal ini penting demi menjaga keamanan, moralitas, dan masa depan masyarakat kita,” pungkasnya.
Sementara itu" Kakanwil Dirjenpas Kalsel Mulyadi menyampaikan" Apresiasi atas kunjungannya Habib dan kawan dari WRC" Pertama saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Habib dan kawan-kawan dari WRC, memang kami tidak ada janji sebelumnya" Ucapnya.
Menanggapi temuan yang disampaikan Habib Muchdar bersama Wath Relation of Corruption (WRC) DPD Kalsel kepada kami dalam hal ini Mulyadi menyampaikan bahwa setiap dugaan harus dibuktikan secara resmi, dimana kami razia di lapas dan rutan rutin digelar hingga empat kali dalam sebulan "Ungkapnya.
"Pihaknya terbuka terhadap setiap laporan dari publik maupun lembaga yang disampaikan, sepanjang disertai data dan bukti yang jelas, dimana dalam hal ini Mulyadi memastikan, pihaknya akan terus melakukan pembenahan di seluruh lapas dan rutan di Kalimantan Selatan, sesuai instruksi pimpinan pusat" Tutupnya (Red)****

0 Komentar