KAJIAN JUM’AT PAGI BERKAH
06 Februari 2025 oleh.: H.Dr. M. Yoslan S.H.,M.H
Semoga bermanfaat dan menjadi ladang amal
![]() |
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pondasi Semua Ibadah Adalah Tauhid
Tauhid adalah inti ajaran Islam dan fondasi dari seluruh amal ibadah. Tanpa tauhid yang benar, amalan sebesar apa pun tidak akan bernilai di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:
“Setiap ibadah yang tidak dibangun di atas tauhid, maka ibadah itu batil (tidak sah).”
(Majmū‘ Al-Fatāwā, 37/9)
Makna Nasihat Ini
Ucapan beliau menegaskan bahwa tauhid — mengesakan Allah dalam beribadah — adalah dasar diterimanya amal. Semua bentuk ibadah seperti shalat, doa, puasa, sedekah, dzikir, dan lainnya harus dilandasi keikhlasan hanya karena Allah, serta bersih dari segala bentuk syirik.
Jika suatu ibadah tercampuri syirik, riya’, atau tidak dilandasi keyakinan tauhid yang benar, maka ibadah itu tidak diterima, walaupun secara lahir terlihat baik.
Allah Ta’ala berfirman:
“Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”
(QS. Az-Zumar: 65)
“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-An’am: 88)
“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya, hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabb-nya.”
(QS. Al-Kahfi: 110)
Dalam hadits qudsi, Allah berfirman:
“Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa beramal lalu menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya.”
(HR. Muslim)
Ini menunjukkan bahwa Allah hanya menerima amal yang ikhlas semata-mata karena-Nya.
Pelajaran Penting dari Kajian Ini
1. Tauhid adalah syarat diterimanya amal
Banyaknya amal tidak bermanfaat jika tidak dibangun di atas tauhid yang benar.
2. Menjauhi syirik lebih penting daripada memperbanyak amal
Syirik, khususnya syirik akbar, dapat menghapus seluruh amal ibadah.
3. Pentingnya keikhlasan
Setiap kali beribadah, hendaknya kita bertanya pada diri sendiri:
“Apakah ini murni karena Allah atau karena selain-Nya?”
4. Tauhid adalah pondasi agama
Tanpa pondasi tauhid, bangunan ibadah akan runtuh.
5. Belajar tauhid adalah prioritas
Memahami tauhid harus didahulukan sebelum mendalami cabang ilmu lainnya.
Penutup
Semoga pembahasan singkat ini menjadi nasihat dan tambahan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah senantiasa memberi kita hidayah dan taufik untuk tetap istiqamah di atas tauhid dan sunnah Rasulullah ﷺ hingga akhir hayat.
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kebenaran datang dari Allah, dan kekeliruan berasal dari diri kita sebagai manusia. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan.
Barakallahu fiikum
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌙

0 Komentar