Keutamaan Shalat Shubuh dan Isya: Ujian Keimanan yang Berat bagi Orang Munafik
Oleh: Mulyana Rachman Pemred mata30news.com
Bismillahirrahmanirrahim
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Saudaraku dan sahabatku semuanya,
Dalam ajaran Islam, setiap shalat memiliki kedudukan yang sangat mulia. Namun di antara lima waktu shalat wajib, terdapat dua shalat yang memiliki keutamaan besar sekaligus menjadi ujian keimanan bagi manusia, yaitu shalat Shubuh dan shalat Isya. Kedua shalat ini disebut oleh Rasulullah ﷺ sebagai shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada shalat Isya dan shalat Shubuh, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak."
(HR. Bukhari no. 615 dan Muslim no. 437)
Dalam hadits lain, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu juga meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ :
"Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat Isya. Seandainya mereka mengetahui keutamaan pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak."
(HR. Bukhari no. 657)
Para ulama menjelaskan bahwa seluruh shalat sebenarnya terasa berat bagi orang munafik. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT:
"Dan mereka tidak mengerjakan shalat melainkan dengan malas." (QS. At-Taubah: 54)
Namun menurut penjelasan ulama besar Ibnu Hajar, shalat Isya dan Shubuh menjadi lebih berat dibandingkan shalat lainnya. Hal itu karena dua waktu tersebut bertepatan dengan kondisi manusia yang cenderung ingin beristirahat atau menikmati tidur. Waktu Isya adalah saat manusia mulai beristirahat setelah aktivitas seharian, sementara waktu Shubuh adalah saat tidur sedang terasa paling nyenyak. (Fathul Bari, 2:141)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan bahwa orang munafik biasanya melaksanakan ibadah dengan niat riya dan sum’ah, yaitu ingin dilihat dan dipuji oleh orang lain. Pada masa Rasulullah ﷺ, pelaksanaan shalat Shubuh dan Isya dilakukan dalam kondisi gelap karena belum ada penerangan listrik seperti saat ini.
Akibatnya, orang-orang munafik enggan menghadiri kedua shalat tersebut karena mereka tidak dapat memamerkan ibadahnya kepada orang lain. Sementara pada shalat Zhuhur, Ashar, dan Maghrib mereka tetap hadir karena jamaah lain dapat melihat mereka. (Syarh Riyadhus Shalihin, 5:82)
Hal ini menunjukkan bahwa keikhlasan dalam beribadah merupakan inti dari setiap amal. Shalat Shubuh dan Isya menjadi salah satu ukuran keimanan seseorang, karena kedua shalat tersebut menuntut kesungguhan, keikhlasan, dan pengorbanan melawan rasa malas.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita hidayah untuk istiqamah dalam melaksanakan shalat lima waktu, khususnya shalat Shubuh dan Isya berjamaah di masjid.
Wallahu a’lam bishawab.
Selamat bermuamalah di jalan Allah, tinggalkan yang haram dan syubhat, raihlah yang halal. Semoga siapa pun yang mengamalkannya mendapatkan pahala dari Allah SWT.
#MuhasabahDiri
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang menyampaikan satu ilmu saja, lalu ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan telah meninggal dunia, ia akan tetap memperoleh pahala (jariyah)."
(HR. Bukhari)
Barakallahu fiikum.


0 Komentar