Oleh : Mulyana Rachman Pemred mata30news.com
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Romadhon bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus. Ia adalah bulan pendidikan ruhani, bulan pengampunan, dan bulan peningkatan amal. Setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya, setiap doa lebih dekat untuk diijabah, dan setiap langkah menuju kebaikan dicatat sebagai pahala yang berlipat.
Di bulan yang mulia ini, umat Islam diajak bukan hanya untuk berpuasa secara fisik, tetapi juga memperbaiki kualitas iman dan amal.
1. Memperbaiki dan Menguatkan Niat
Rasululloh ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Romadhon harus diawali dengan niat yang lurus:
Puasa karena Allah Ta’ala
Ibadah karena Allah Ta’ala
Berubah menjadi pribadi yang lebih baik karena Allah Ta’ala
Niat yang benar akan menjadikan setiap aktivitas bernilai ibadah.
2. Menjaga Kualitas Puasa
Puasa yang baik bukan hanya sah secara hukum, tetapi juga tinggi nilainya di sisi Allah.
Puasa mengajarkan kita untuk:
Menjaga lisan dari dusta dan ghibah
Menahan amarah
Menjaga pandangan
Mengendalikan hawa nafsu
Puasa ibarat bejana, sedangkan amal dan akhlak adalah isinya. Jangan sampai bejana kosong tanpa makna.
3. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Romadhon adalah bulan Al-Qur’an. Perbanyak tilawah, tadabbur, dan mengamalkan isinya. Tidak harus banyak, tetapi istiqamah. Sedikit namun rutin lebih baik daripada banyak namun jarang.
4. Menjaga Sholat Wajib dan Sunnah
Sholat adalah tiang agama dan penopang amal.
Di bulan Romadhon, tingkatkan kualitas sholat:
- Sholat wajib tepat waktu
- Sholat tarawih dan witir
- Qiyamul lail di sepuluh malam terakhir Jangan biarkan Romadhon berlalu tanpa air mata taubat dalam sujud malam.
5. Memperbanyak Sedekah dan Kepedulian
Rasululloh ﷺ adalah manusia paling dermawan, dan lebih dermawan lagi di bulan Romadhon.
Sedekah:
- Membersihkan harta
- Melembutkan hati
- Menambah keberkahan hidup
Tidak harus besar, yang penting ikhlas dan konsisten.
6. Memperbanyak Doa dan Istighfar
Romadhon adalah waktu doa mustajab, terutama:
- Saat sahur
- Menjelang berbuka
- Di sepertiga malam terakhir
- Jangan lelah mengetuk pintu langit. Perbanyak istighfar dan munajat. Mohon ampunan atas dosa yang lalu dan kekuatan untuk istiqamah di masa depan.
7. Menutup Romadhon dengan Kesungguhan
Jangan melemah di akhir. Justru sepuluh malam terakhir adalah puncak ibadah:
I‘tikaf
- Mencari Lailatul Qadar
- Memperbanyak amal sunyi yang hanya Allah yang tahu
- Romadhon adalah kesempatan terbatas.
Mari:
- Mulai dengan niat yang lurus
- Jalani dengan amal yang serius
- Akhiri dengan hati yang bersih
- Insyaa Allah, Romadhon ini menjadi momentum kenaikan derajat iman dan amal kita menuju ketakwaan.
Mari bangun sholat tahajud di sepertiga malam. Berdoa:
“Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasululloh ﷺ dan keluarganya, bantulah kami agar dapat bersyukur dan berzikir kepada-Mu, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.” Aamiin.
Semoga Romadhon kali ini benar-benar menjadi titik perubahan dalam hidup kita.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


0 Komentar