TEHERAN – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan klaim mengejutkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas dalam sebuah "operasi tempur besar-besaran" yang terjadi pada Sabtu (28/02) waktu setempat.
Meski demikian, hingga saat ini otoritas resmi Iran belum memberikan konfirmasi terkait kabar tersebut.
Pernyataan Trump di Truth Social
Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menegaskan bahwa kematian Khamenei adalah titik balik sejarah.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas," tulis Trump.
Ia menambahkan bahwa peristiwa ini merupakan bentuk keadilan bagi rakyat Iran dan warga Amerika Serikat. "Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk mengambil kembali negaranya," lanjutnya.
Sinyal dari Israel
Klaim Trump ini senada dengan pernyataan Perdana Menteri Israel sebelumnya. Pemimpin Israel tersebut menyatakan bahwa mulai "muncul tanda-tanda" yang memperkuat dugaan bahwa Khamenei telah tewas dalam rangkaian serangan udara yang mengguncang wilayah Iran.
Dampak Serangan: Ratusan Korban Jiwa
Skala serangan ini dilaporkan sangat luas dan melumpuhkan sebagian besar wilayah Iran. Juru bicara Bulan Sabit Merah Iran, Mojtaba Khaledi, merilis data awal mengenai dampak operasi tempur tersebut:
- Korban Jiwa: 201 orang dikonfirmasi meninggal dunia.
- Korban Luka: 747 orang tengah menjalani perawatan.
- Cakupan Wilayah: Serangan dilaporkan menghantam 24 dari 31 provinsi di seluruh Iran.
Tragedi di Minab dan Sasaran Utama
Media pemerintah Iran melaporkan salah satu titik serangan paling mematikan terjadi di wilayah selatan, tepatnya di Minab.
Sebuah sekolah dasar dilaporkan hantam rudal yang menewaskan sedikitnya 85 orang. Namun, pihak BBC menyatakan belum dapat memverifikasi laporan spesifik mengenai jumlah korban di sekolah tersebut secara independen.
Ledakan-ledakan besar yang terjadi di pusat-pusat strategis diduga kuat memang menyasar kediaman atau lokasi persembunyian Ayatollah Ali Khamenei. Hingga berita ini diturunkan, situasi di Teheran masih tegang dan dunia internasional tengah menunggu pernyataan resmi dari pemerintah Iran.(Red)***



0 Komentar