JAKARTA | Mata30News.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh aparatur negara wajib melakukan introspeksi dan pembenahan diri sebagai langkah mendasar untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026). Dalam sambutannya, Prabowo mengingatkan bahwa seluruh pejabat negara, mulai dari birokrasi, TNI, Polri hingga Kejaksaan, merupakan pelayan masyarakat yang memperoleh amanah, fasilitas, dan kehormatan dari rakyat.
"Saya minta introspeksi, terutama para birokrat kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi, introspeksi," tegas Prabowo.
Presiden menekankan bahwa setiap atribut yang dikenakan aparat negara merupakan simbol kepercayaan publik yang harus dipertanggungjawabkan dengan integritas dan dedikasi. Menurutnya, jabatan bukanlah hak istimewa, melainkan amanah yang wajib dijalankan demi kepentingan bangsa.
"Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan, Anda pakai bintang juga, kau! Kau juga milik rakyat," ujarnya.
Dalam pandangan Prabowo, masyarakat kini memiliki harapan besar terhadap hadirnya pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi maupun penyalahgunaan kekuasaan. Karena itu, seluruh aparatur negara diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja serta memperbaiki perilaku dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Presiden juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk tidak terjebak pada kesalahan masa lalu, melainkan fokus melakukan reformasi internal demi mengembalikan kepercayaan masyarakat.
> "Marilah kita sama-sama membenahi diri, memperbaiki diri. Saya tidak mau melihat ke belakang, tetapi saya mohon, perbaiki dirimu. Mawas diri. Jangan melawan kepada rakyat. Rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan. Rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Prabowo kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat agenda pemberantasan korupsi. Ia mengakui bahwa langkah tersebut tidak mudah karena menghadapi berbagai bentuk perlawanan dari kelompok yang selama ini memperoleh keuntungan dari praktik korupsi.
Meski demikian, Presiden memastikan pemerintah tidak akan surut dalam menegakkan supremasi hukum. Ia menegaskan bahwa hukum harus berlaku setara bagi seluruh warga negara tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun kekuasaan.
"Kita akan tegakkan hukum. Dan hukum itu untuk semua. Bukan hanya untuk orang kuat saja," pungkas Prabowo.
Pernyataan Presiden tersebut mempertegas arah pemerintahan yang menempatkan integritas aparatur, reformasi birokrasi, dan penegakan hukum yang adil sebagai fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang bersih serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara. (Red)*****


0 Komentar