BACA BERITA TANPA IKLAN ,MATA30NEWS.COM REDAKSI : JL.AHMAD YANI 252 KOTA BANDUNG, HOT LINE BY WHATSAPP 087724408069 🔥 Langit Indonesia Dihiasi “Blood Moon”, Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terjadi Pukul 18.33 WIB

Ticker

⁸/recent/ticker-posts

Ad Code 788-651-0323

Langit Indonesia Dihiasi “Blood Moon”, Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terjadi Pukul 18.33 WIB

Penulis :Rio W.Cakraningrat
Korespondensi Jakarta-Banten

Jakarta|mata30news.com– Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena astronomi langka berupa Gerhana Bulan Total pada Selasa, 3 Maret 2026. Fenomena yang sering disebut sebagai Blood Moon ini dipastikan dapat diamati dari berbagai wilayah Indonesia jika kondisi langit cerah.

Menurut (BMKG), gerhana ini terjadi akibat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus saat fase bulan purnama, sehingga Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, , menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat Bulan tampak berwarna kemerahan saat puncak gerhana.

“Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah. Jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” ujar Nelly dalam keterangannya di , Senin (2/3).

Secara keseluruhan, gerhana akan berlangsung cukup lama. BMKG mencatat durasi dari awal hingga akhir gerhana mencapai 5 jam 41 menit 51 detik. Sementara fase parsial berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik, dan fase totalitas, ketika Bulan sepenuhnya berada di dalam bayangan Bumi, berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Warna merah yang muncul pada Bulan saat gerhana merupakan akibat hamburan cahaya di atmosfer Bumi. Cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar oleh atmosfer, sedangkan cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah tetap lolos dan memantul ke permukaan Bulan.

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, , menyampaikan bahwa berdasarkan data BMKG, gerhana akan mulai terlihat pukul 18.03.56 WIB.

Adapun puncak Gerhana Bulan Total diprediksi terjadi pada:

  • 18.33.39 WIB
  • 19.33.39 WITA
  • 20.33.39 WIT

Wilayah Indonesia bagian timur disebut memiliki peluang pengamatan yang lebih baik karena dapat menyaksikan fase awal gerhana saat Bulan baru terbit. Sementara di wilayah Indonesia barat, Bulan akan terlihat sudah memasuki fase gerhana saat muncul di ufuk timur.

Fenomena gerhana ini diperkirakan berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB, ketika Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.

BMKG mengimbau masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena langka ini untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya serta memiliki pandangan langit yang terbuka ke arah timur.

Tahun 2026 sendiri diprediksi akan mengalami empat kali gerhana, yaitu dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun dari seluruh fenomena tersebut, Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi satu-satunya yang dapat diamati dari wilayah Indonesia.

Secara astronomis, peristiwa ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota seri Saros 133, yang sebelumnya terjadi pada 21 Februari 2008 dan akan kembali terjadi pada 13 Maret 2044.

BMKG memastikan akan terus memberikan informasi terkait fenomena astronomi dan kondisi cuaca agar masyarakat dapat menikmati peristiwa langit ini dengan aman dan jelas.(Rio)***


Posting Komentar

0 Komentar