BACA BERITA TANPA IKLAN ,MATA30NEWS.COM REDAKSI : JL.AHMAD YANI 252 KOTA BANDUNG, HOT LINE BY WHATSAPP 087724408069 🔥 PMPR Indonesia Apresiasi Proyek Galian IPT Bandung, Kang Joker: Transisi Penting Menuju Infrastruktur Kota Modern

Ticker

⁸/recent/ticker-posts

Ad Code 788-651-0323

PMPR Indonesia Apresiasi Proyek Galian IPT Bandung, Kang Joker: Transisi Penting Menuju Infrastruktur Kota Modern


Bandung|mata30news.com – Proyek penataan kabel bawah tanah melalui infrastruktur pasif telekomunikasi (IPT) di Bandung terus menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai dinamika di lapangan, dukungan terhadap program modernisasi infrastruktur kota juga terus mengalir dari berbagai pihak.


Ketua Umum DPP LSM PMPR Indonesia, Rohimat yang akrab disapa Kang Joker, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah pemerintah kota dan pihak pelaksana dalam merealisasikan proyek tersebut.

Menurut Kang Joker, pembangunan infrastruktur yang bertujuan merapikan jaringan kabel melalui sistem bawah tanah merupakan bagian dari transformasi penting bagi wajah kota di masa depan. Ia menilai proyek ini tidak hanya berdampak pada estetika kota, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan telekomunikasi.

“Walaupun saat ini masyarakat melihat dampak fisik berupa jalan yang dibongkar atau kondisi visual yang kurang nyaman, namun jika dilihat dari perspektif tata kota, ini merupakan proses transisi menuju sistem infrastruktur yang lebih modern dan tertata,” ujar Kang Joker, Jumat (27/2).

Ia juga menyoroti kinerja pihak pelaksana proyek, yaitu Bandung Infra Investama (BII), yang dinilai terus melakukan upaya perbaikan agar pekerjaan di lapangan dapat berjalan optimal.


“Saya melihat upaya yang cukup serius dari pihak BII untuk menyempurnakan pekerjaan ini. Memang belum sepenuhnya sempurna, tetapi progres dan langkah perbaikan yang dilakukan menunjukkan arah yang positif,” katanya.

Sebagai pemerhati tata kota, Kang Joker memahami adanya keluhan masyarakat terkait gangguan lalu lintas maupun aktivitas usaha akibat proses galian proyek. Namun menurutnya, kondisi tersebut merupakan konsekuensi yang hampir selalu terjadi dalam proyek transformasi infrastruktur berskala besar.

“Hampir semua kota besar yang melakukan migrasi dari kabel udara ke kabel bawah tanah melewati fase seperti ini. Secara visual mungkin kurang nyaman, tetapi ini menandakan bahwa kota sedang bergerak menuju sistem yang lebih tertata,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi bawah tanah memiliki dampak jangka panjang yang sangat strategis bagi masyarakat. Selain memperindah tata ruang kota, sistem ini juga dinilai mampu meningkatkan stabilitas jaringan, keamanan instalasi, serta efisiensi pemeliharaan.

“Dampaknya bukan hanya estetika kota yang lebih rapi, tetapi juga stabilitas jaringan telekomunikasi yang lebih baik serta mengurangi risiko gangguan layanan di masa depan,” ungkapnya.

Meski memberikan dukungan, DPP PMPR Indonesia tetap mengingatkan agar pelaksanaan proyek dilakukan dengan manajemen yang disiplin dan transparan. Pemerintah dan pihak pelaksana juga diminta menjaga komunikasi dengan masyarakat serta pelaku usaha yang terdampak.

“Kritik dari masyarakat adalah bagian penting dari kontrol publik agar pekerjaan tetap disiplin dan tepat waktu. Transisi memang tidak selalu nyaman, tetapi stagnasi jauh lebih berisiko dibandingkan perubahan yang dikelola dengan baik,” pungkas Kang Joker.(Red)****


Posting Komentar

0 Komentar