BACA BERITA TANPA IKLAN ,MATA30NEWS.COM REDAKSI : JL.AHMAD YANI 252 KOTA BANDUNG, HOT LINE BY WHATSAPP 087724408069 🔥 ""🙏" Bangunan di Atas Aliran Kali di Rajawali Timur Disorot Aktivis Lingkungan, Warga Khawatir ISPA dan Banjir

Ticker

8/recent/ticker-posts

Ad Code 788-651-0323 AkBF759kdLu0s0ntGMHcGUkB9cPrq7NVRC3qjgtECRU

Bangunan di Atas Aliran Kali di Rajawali Timur Disorot Aktivis Lingkungan, Warga Khawatir ISPA dan Banjir


KOTA BANDUNG | mata30news.com – Aktivis lingkungan hidup menyoroti keberadaan bangunan yang diduga berdiri di atas aliran anak sungai atau saluran irigasi di kawasan Jalan Rajawali Timur, Kebonjukut, Kota Bandung. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu pencemaran udara, gangguan kesehatan masyarakat, hingga potensi banjir di kawasan padat penduduk.

Berdasarkan informasi yang diterima dari aktivis lingkungan hidup, lokasi yang dimaksud berada di samping Klinik dr. Robert, Jalan Rajawali Timur. Menurut keterangan yang diperoleh dari peta pengairan, di lokasi tersebut terdapat aliran kali atau drainase irigasi yang diduga telah tertutup bangunan sejak bertahun-tahun lalu.

“Menurut informasi warga dan berdasarkan peta pengairan, di lokasi itu ada kali atau drainase irigasi. Namun sekarang di atasnya sudah berdiri bangunan. Bahkan ada gudang dan di bagian belakang terdapat aktivitas pemotongan ayam yang belum diketahui legalitas perizinannya,” ungkap seorang aktivis lingkungan hidup kepada awak media.

Aktivis tersebut juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat akibat dugaan tertutupnya aliran sungai tersebut. Bau udara yang muncul dari kawasan itu disebut mulai mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Jika saluran air tertutup bangunan dan pengelolaan limbah tidak baik, maka risiko penyakit ISPA hingga banjir bisa meningkat. Kami meminta instansi terkait segera turun melakukan survei lapangan,” ujarnya.

Laporan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga dan keberlangsungan lingkungan hidup di Kota Bandung.

Menanggapi laporan itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung, , menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi tersebut dengan menurunkan tim ke lokasi.

“Terima kasih atas informasinya, kami akan segera koordinasikan dengan Satgas Linmas,” tutur Bangbang.

Kasus ini pun memunculkan pertanyaan dari kalangan aktivis terkait pengawasan lingkungan hidup serta pengendalian bangunan yang diduga berdiri di atas fasilitas aliran air. Mereka berharap pemerintah tidak hanya melakukan survei, tetapi juga melakukan audit terhadap izin bangunan, sanitasi, serta dampak lingkungan yang mungkin timbul.

Aktivis mendesak agar pemerintah kota bertindak tegas apabila ditemukan pelanggaran tata ruang maupun pelanggaran lingkungan hidup demi melindungi hak warga atas lingkungan yang sehat dan aman.(Mata)***

Posting Komentar

0 Komentar