Bandung|mata30news.com — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat mengambil sampel DNA dari keluarga pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang menjadi korban kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan, korban diketahui bernama Esther Aprilita S, yang bertugas sebagai awak kabin dalam penerbangan tersebut.
“Saat ini tim DVI Polda Jawa Barat berada di kediaman keluarga korban untuk mengambil data ante mortem serta DNA pembanding dari pihak keluarga,” ujar Hendra saat dikonfirmasi di Bandung, Minggu.
Pengambilan sampel DNA dilakukan di rumah keluarga korban yang berlokasi di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selain DNA, tim juga mengumpulkan data ante mortem yang meliputi rekam medis, ciri fisik, serta informasi pendukung lainnya.
Menurut Hendra, langkah tersebut merupakan prosedur standar dan bagian krusial dalam proses identifikasi korban secara ilmiah, guna memastikan akurasi dan kepastian identitas sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik IAT dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 13.17 WITA. Pesawat tersebut mengangkut 11 orang.
Pesawat lepas landas dari Yogyakarta pada pukul 09.08 WITA dengan estimasi tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kabupaten Maros, pukul 12.22 WITA. Namun, satu menit setelah estimasi waktu kedatangan, pesawat PK-THT diinstruksikan oleh Air Traffic Control (ATC) Makassar Radar untuk melakukan intercept ILS runway 21 melalui Openg di ketinggian 5.300 kaki, tetapi pesawat dilaporkan melewati titik yang telah ditentukan.
Pesawat kemudian dinyatakan hilang kontak dengan perkiraan posisi di koordinat 04°57’08” lintang selatan dan 119°42’54” bujur timur, di wilayah udara perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan perkembangan terbaru, tim SAR gabungan telah menemukan sejumlah serpihan pesawat di sekitar lereng Gunung Bulusaraung. Proses pencarian dan identifikasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.(Red)***




0 Komentar